Beranda Umum Nasional Habis 3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Prabowo Kini Ngelencer ke...

Habis 3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Prabowo Kini Ngelencer ke Austria dan Hungaria

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir mulai memantik sorotan. Di tengah situasi ekonomi domestik yang masih penuh tekanan, Prabowo justru terus bergerak dari satu negara ke negara lain untuk membangun jejaring diplomasi, investasi hingga kerja sama pertahanan.

Setelah menyelesaikan agenda kenegaraan di Prancis, Prabowo dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Austria dan Hungaria. Dengan demikian, ada tiga negara Eropa yang menjadi tujuan safari diplomasi Prabowo pada akhir Mei 2026 ini.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menyebut rangkaian lawatan tersebut bukan perjalanan biasa, melainkan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi di Eropa.

“Ada tiga negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo di Akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga Negara ini memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia,” kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Sugiat, Prabowo sedang menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan pendekatan diplomasi yang lebih agresif dan pragmatis. Ia menilai kunjungan berulang Prabowo ke Prancis menunjukkan adanya upaya membangun kedekatan tingkat tinggi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sugiat bahkan menyebut pendekatan personal itu penting karena Prancis dikenal sangat selektif dalam urusan transfer teknologi pertahanan.

Baca Juga :  Rupiah Terjerembab ke Rp 17.834 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam

“Kunjungan berulang ke Paris adalah cara Prabowo membangun trust tingkat tinggi dengan Presiden Macron agar Indonesia diberi akses teknologi militer yang tidak sembarang negara bisa beli,” ujarnya.

Ia juga menilai langkah tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Indonesia yang tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, baik Amerika Serikat maupun China.

Selain Prancis, Sugiat menyebut Austria dipandang penting sebagai pusat manufaktur Eropa Tengah. Sementara Hungaria dinilai memiliki posisi strategis dalam industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Menurut dia, kedekatan dengan Hungaria dapat membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat rantai pasok industri baterai global, terutama karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar.

“Kunjungan ke Hungaria berarti mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai di Eropa, dari pintu yang paling terbuka,” katanya.

Sugiat mengakui hasil dari diplomasi internasional memang tidak bisa diukur secara instan. Ia meminta publik tidak terburu-buru menilai efektivitas lawatan luar negeri yang dilakukan Prabowo.

“Menilai keberhasilan diplomasi internasional dari hasil beberapa minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis,” ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis mulai dari pertahanan, energi bersih hingga pendidikan dan riset.

Baca Juga :  Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Menkeu Purbaya: “Saya Tidak Tahu”

Prabowo juga menyinggung pembahasan mengenai implementasi perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA.

“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara. Ia juga memuji komitmen Macron dalam mempererat hubungan bilateral.

Lawatan kali ini menjadi kunjungan ketiga Prabowo ke Prancis dalam lima bulan terakhir, setelah sebelumnya juga datang ke negara tersebut pada Januari dan April 2026. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.