
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Minggu malam (24/5/2026) Balai Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, seolah berubah menjadi lautan warga.
Alunan dangdut jadul dari grup Om Dejavu menggema hingga ke jalan-jalan kampung, membuat warga berbondong-bondong datang untuk bergembira dan berjoget bersama dalam suasana penuh keakraban.
Acara tasyakuran ulang tahun Dr. H. Haryono, S.E., M.M ke-56 bertajuk “Merajut Keberagaman Demi Kemajuan Desa: Joget Gembira bersama Om Dejavu” itu digelar di Pendapa Wangsa Adiluhung, di belakang Balai Desa Suruh. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh keluarga Dr. Haryono, S.E., M.M., Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar (BDK).

Sejak pukul 20.00 WIB, area pendapa, rumah induk, hingga halaman depan dipenuhi tamu dan warga. Bahkan sepanjang jalan depan rumah Haryono tampak padat oleh masyarakat yang larut menikmati musik dangdut jadul sembari berjoget ria.
Sejumlah kepala desa di Karanganyar, para kepala dusun Desa Suruh, serta ketua RT dan RW turut hadir dalam acara tersebut.
Di sela suasana meriah itu, sekitar pukul 21.30 WIB acara sempat dihentikan sejenak untuk launching buku biografi Dr. Haryono berjudul Kisah Sukses si Anak Desa. Buku tersebut mengangkat perjalanan hidup Haryono dari kecil, remaja hingga menjadi sosok sukses di bidang perbankan.
Dalam sambutannya, Haryono menegaskan bahwa kesuksesan bukan hanya milik orang-orang tertentu atau mereka yang berasal dari kota besar.
“Sukses bukan hanya milik orang tertentu saja, orang pintar saja, namun orang desa juga bisa sukses dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perjuangan dan totalitas dalam meraih cita-cita. Ia menegaskan bahwa sukses adalah milik siapapun yang mau berjuang dengan totalitas.
Haryono berharap buku tersebut bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak dan remaja desa agar memiliki semangat untuk berkembang dan berkontribusi bagi keluarga dan bangsa.
“Seorang anak desa harus percaya bahwa dirinya mampu menjadi bagian dari solusi dan memberi kontribusi bagi negara, bukan justru menjadi beban bagi keluarga dan bangsa,” katanya.
Menurut Haryono, buku biografi tersebut terutama akan dibagikan ke sejumlah TPA di Desa Suruh agar dapat memotivasi generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang meraih masa depan lebih baik.

Dalam kesempatan launching itu, turut diperkenalkan penulis buku, yakni Hamdani MW dan Andri Saptono dari Penerbit Surya Pustaka Ilmu, Karanganyar.
Dalam sambutan pembukaannya, Haryono juga menegaskan acara tersebut digelar bertepatan dengan hari ulang tahunnya dan tidak memiliki muatan politik apa pun.
Ia menyebut kegiatan itu murni sebagai momentum mempererat hubungan antarwarga dan bergembira bersama masyarakat Desa Suruh.
Saat memberikan sambutan, Haryono tampil di atas panggung bersama isteri, ketiga anaknya, serta keluarga besar. Mereka kompak mengenakan busana putih.
Usai launching buku, suasana kembali pecah dengan penampilan Om Dejavu. Musik dangdut jadul terus mengalun hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00 WIB, sementara warga tetap antusias berjoget menikmati malam kebersamaan tersebut. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














