SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polemik mengenai siapa yang berhak menyandang gelar Raja Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Kubu Pakubuwono (PB) XIV Purboyo berencana melaporkan pemasangan baliho yang menampilkan PB XIV Mangkubumi kepada pihak berwajib karena dianggap menyesatkan masyarakat.
Rencana pelaporan tersebut disampaikan GKR Panembahan Timoer saat ditemui di kawasan Talang Paten, Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (4/6/2026).
“Itu akan kita lakukan tindakan, nanti akan ada tindakan. Kita sudah berkoordinasi akan melaporkan itu ke berwajib dan akan kami tindak secara hukum,” tegas Timoer.
Menurutnya, pemasangan baliho tersebut telah menyebarkan informasi yang tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Itu termasuk menyebarkan sesuatu yang tidak benar, istilahnya hoax. Ini adalah sebuah pembohongan publik,” tandasnya.
Sebelumnya, baliho yang menampilkan PB XIV Mangkubumi terpasang di sejumlah titik dan memicu beragam tanggapan. Dari kubu PB XIV Mangkubumi, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, menyebut pemasangan baliho tersebut merupakan bentuk pengumuman kepada masyarakat terkait keberadaan raja baru di Keraton Solo.
“Lha, monggo dimaknai seperti apa. Bisa begitu, bisa ke dalam (internal Keraton), bisa ke pemerintah. Luas pengertiannya. Karena nek Keraton iku kondone lahir batin gitu ya,” ujar Eddy saat dihubungi, Senin (1/6/2026).
Eddy menjelaskan, pemasangan baliho dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila karena dinilai memiliki makna yang selaras dengan semangat yang ingin disampaikan pihaknya.
“Jadi kan kita ini garisnya itu sebenarnya adalah meneguhkan satu sisi adat dan tradisi budaya, sisi lain pada saat kita juga bersama-sama mendirikan negara dan bangsa ini, juga harus konsisten dengan apa yang sudah kita bersama-sama mendirikan bangsa. Ini kan kebangsaan kita toh, Pancasila itu kan,” terangnya.
Rencana pelaporan yang disiapkan kubu PB XIV Purboyo menambah panjang daftar dinamika yang mewarnai konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta yang hingga kini masih berlangsung. [Ando]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














