
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Candi Prambanan tak hanya dipandang sebagai warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran untuk merancang teknologi pelestarian di masa depan. Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam 2nd International Summer Course 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Surakarta.
Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan itu mengangkat tema “Reviving Prambanan Temple” dan diikuti puluhan peserta dari berbagai negara. Melalui pendekatan multidisiplin, peserta diajak mengkaji Candi Prambanan dari sudut pandang keteknikan guna mendukung upaya konservasi berbasis teknologi.
Ketua Panitia, Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T., mengatakan, pemilihan tema tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pemahaman terhadap warisan masa lalu menjadi fondasi penting dalam merancang masa depan.
“Bagaimana kita mendesain sesuatu untuk masa depan jika kita tidak memahami masa lalu? Cara memahami masa lalu adalah dengan mempelajari Candi Prambanan dalam summer course ini,” ujarnya di Solo, Jumat (17/7/2026).
Menurut Galuh, Prambanan dipelajari melalui tujuh perspektif keilmuan yang merepresentasikan seluruh program studi di Fakultas Teknik UNS, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Elektro.
Salah satu contoh penerapan teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan sensor cerdas untuk membantu memantau kondisi bangunan candi, termasuk mengidentifikasi potensi risiko akibat gempa bumi maupun aktivitas vulkanik.
“Melalui kegiatan ini kami bukan ingin membangun kembali, tetapi kami ingin mengeksplorasi Prambanan agar mempertahankan situsnya sehingga bisa bertahan lebih lama,” imbuhnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS, Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan International Summer Course tahun itu mendapat respons positif dari peserta mancanegara.
Sebanyak 85 peserta dari 19 institusi dan 12 negara tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 67 peserta atau sekitar 78,8 persen berasal dari luar negeri, melampaui target awal penyelenggara yang menargetkan sedikitnya 25 persen peserta internasional.
Malaysia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 42 orang. Selanjutnya disusul Indonesia (18 peserta), Taiwan dan Thailand masing-masing enam peserta, Nigeria empat peserta, Pakistan tiga peserta, serta Australia, Kenya, Filipina, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan.
Dari sisi institusi, delegasi terbesar berasal dari Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail Malaysia dengan 32 peserta. Berikutnya Universitas Sebelas Maret (18 peserta), Universiti Teknologi Malaysia (6 peserta), National Taiwan University (5 peserta), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (4 peserta).
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 29 Juni hingga 17 Juli 2026 melalui dua tahapan, yakni sesi daring dan luring. Pada tahap daring, peserta memperoleh materi mengenai mitologi candi, teknologi sensor cerdas, digital twin, hingga mitigasi pelapukan batuan. Sedangkan pada sesi luring, peserta melakukan observasi langsung di kawasan Candi Prambanan serta mengikuti berbagai lokakarya di kampus FT UNS, seperti Internet of Things (IoT), Building Information Modeling (BIM), pemindaian laser tiga dimensi, hingga teknologi pencetakan 3D.
Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, peserta akan menyusun Reviving Prambanan Digital Heritage Portfolio, berupa model digital yang memuat hasil pemetaan kondisi candi beserta rekomendasi konservasi berbasis data.
Melalui program ini, FT UNS berharap kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu dapat menghasilkan inovasi yang mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor inovasi, pembangunan kota berkelanjutan, dan kemitraan global. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














