Beranda Info Agenda Indonesia Ambisi Pecahkan Rekor Dunia! Jutaan Warga Diajak Serentak Cek Arah Kiblat,...

Indonesia Ambisi Pecahkan Rekor Dunia! Jutaan Warga Diajak Serentak Cek Arah Kiblat, Kemenag Bidik Sejarah Baru pada 15-16 Juli 2026

Kiblat
Pengecekan arah kiblat di Masjid Baitus Shobur Bulusari Bulusulur Wonogiri. LDII Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah gerakan berskala nasional tengah dipersiapkan Kementerian Agama untuk mencetak sejarah dunia. Bukan sekadar mengajak masyarakat memverifikasi arah kiblat, Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat yang akan digelar pada 15-16 Juli 2026 membawa target yang jauh lebih besar, yakni memecahkan rekor dunia sebagai gerakan verifikasi arah kiblat terbesar yang pernah dilakukan secara serentak.

Momentum ini memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena langka tersebut memungkinkan masyarakat menentukan sekaligus memverifikasi arah kiblat dengan cara yang sederhana, akurat, ilmiah, dan dapat dilakukan hampir tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya.

Melalui gerakan nasional ini, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat ikut ambil bagian. Mulai dari rumah tangga, masjid, musala, sekolah, kampus, perkantoran, pondok pesantren, hingga berbagai fasilitas publik diharapkan bergerak bersama dalam waktu yang sama agar Indonesia mampu mencatatkan sejarah baru di tingkat dunia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan momentum Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat berharga karena dapat dimanfaatkan siapa saja dengan mudah. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula peluang Indonesia mencetak rekor dunia.

“Masyarakat dapat mendaftarkan partisipasinya melalui https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev, sementara pelaksanaan di lapangan juga dapat dilaporkan secara berjenjang apabila belum sempat melakukan registrasi daring,” terang Arsad saat membuka Syariah Insight Room Edisi Spesial bertema Pelaksanaan Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1448K Rashdul Qiblat.

Gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ajang edukasi nasional mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat. Dengan memanfaatkan posisi Matahari yang tepat berada di atas Ka’bah, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara ilmiah sehingga hasilnya memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Baca Juga :  6 Larangan Keras dalam MATAMUDA, Dari Perpeloncoan hingga Bullying

Dukungan penuh juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Madari. Menurutnya, program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi umat Islam karena membantu memastikan arah kiblat secara lebih presisi sehingga ibadah dapat dijalankan dengan rasa lebih tenang dan mantap.

“Gerakan ini menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat. Selama arah kiblat yang telah diverifikasi digunakan untuk salat, insya Allah pahala jariahnya akan terus mengalir kepada semua yang ikut berkontribusi,” kata Madari.

Ia pun meminta seluruh jajaran APRI, mulai tingkat pusat, wilayah hingga cabang di seluruh Indonesia, bergerak cepat membangun koordinasi demi menyukseskan gerakan nasional tersebut. Dengan jumlah penghulu yang mencapai lebih dari 11 ribu orang, Madari optimistis target partisipasi nasional dapat diwujudkan apabila seluruh penghulu aktif menggerakkan masyarakat di wilayah binaannya.

Meski demikian, Madari mengingatkan bahwa proses verifikasi arah kiblat harus disampaikan dengan pendekatan yang santun, sejuk, dan edukatif. Menurutnya, kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan arah kiblat yang selama ini digunakan masyarakat, melainkan sebagai ikhtiar menyempurnakan akurasi dengan memanfaatkan fenomena alam yang telah disediakan Allah SWT.

Pandangan serupa disampaikan Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki. Ia menjelaskan bahwa pengukuran arah kiblat memang menjadi bagian dari tugas penyuluh agama sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 794 Tahun 2025. Karena itu, para penyuluh diharapkan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pendampingan, sekaligus menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam gerakan nasional ini.

“Peran penyuluh tidak hanya sebagai edukator, tetapi juga mobilisator, mediator, sekaligus dokumentator. Penyampaian kepada masyarakat harus dilakukan secara santun agar dipahami sebagai ikhtiar meningkatkan kemantapan ibadah, bukan untuk menyalahkan praktik yang telah berjalan,” ujar Jamaluddin.

Baca Juga :  Grand Final Temon Cup 4, Perang Bintang Pecah! Rivan Nurmulki vs Fahry Septian Bentrok di Santiago Berdebu Arena Wonogiri

Menurutnya, jaringan kelompok binaan penyuluh agama yang tersebar di berbagai daerah menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan masyarakat secara masif. Karena itu, momentum 15-16 Juli 2026 diharapkan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendampingi masyarakat melakukan verifikasi arah kiblat di rumah, masjid, musala, sekolah maupun fasilitas umum lainnya sekaligus mendokumentasikan hasil kegiatan sebagai bagian dari laporan kinerja penyuluh.

Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat sendiri merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Selain mengusung semangat menyambut Tahun Baru Islam melalui kegiatan edukatif dan kolaboratif, program ini juga menjadi simbol tekad Indonesia untuk mencatatkan namanya dalam sejarah dunia melalui gerakan verifikasi arah kiblat terbesar yang pernah dilaksanakan secara serentak.

Tak hanya itu, rangkaian Peaceful Muharam juga akan diisi berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan umat, edukasi keagamaan, hingga layanan masyarakat yang melibatkan penghulu, penyuluh agama, organisasi profesi, serta masyarakat luas. Dengan kolaborasi lintas elemen tersebut, Indonesia berharap bukan hanya sukses menggelar gerakan nasional, tetapi juga mengukir prestasi yang dapat dikenang sebagai salah satu pencapaian besar dalam sejarah pelayanan keagamaan di Tanah Air. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.