WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Jateng Tenggara Wonogiri kembali memiliki magnet wisata baru yang sukses mencuri perhatian masyarakat. Siapa sangka, sebuah kawasan yang sebelumnya hanya berupa hamparan persawahan dan pekarangan warga di Dusun Kajar RT 1 RW 6, Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri, kini menjelma menjadi destinasi wisata kuliner yang ramai diserbu pengunjung.
Yang paling menarik, lahirnya Peken Gurih Belik Bening Sumber Waras ternyata bukan berawal dari proyek besar ataupun investasi miliaran rupiah. Semua justru bermula dari sebuah rasa penasaran terhadap nama “Belik Bening” yang selama bertahun-tahun melekat di kawasan tersebut.
Rasa penasaran itulah yang kemudian membuka tabir sejarah kecil yang selama ini tersembunyi di tengah pedesaan Wonogiri.
Minggu (26/7/2026) lalu, kawasan wisata yang baru diperkenalkan kepada masyarakat itu dipenuhi lautan pengunjung. Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai daerah berdatangan untuk menikmati suasana pedesaan yang masih alami sambil berburu aneka kuliner tradisional.

Mulai dari pecel bakmi, soto, ketoprak, gado-gado, nasi liwet hingga berbagai jajanan khas lainnya tersaji menggoda selera. Perpaduan suasana pedesaan yang sejuk dengan deretan kuliner tradisional membuat banyak pengunjung betah berlama-lama.
Namun di balik ramainya wisata baru ini, tersimpan kisah menarik yang menjadi titik awal lahirnya Belik Bening Sumber Waras.
Sosok penggerak pengembangan kawasan wisata tersebut, Lilik Yulianto, mengaku semuanya bermula ketika dirinya bertanya-tanya mengapa kawasan itu dikenal dengan nama “Bening”.
“Dulu saya penasaran sendiri kenapa ada nama ‘Bening’. Dari situ saya sering datang ke sini. Setelah saya lihat langsung, ternyata potensi alamnya luar biasa besar,” ungkap Lilik.
Rasa penasaran tersebut kemudian berubah menjadi langkah nyata. Bersama warga Dusun Kajar, Lilik mulai menyusuri kawasan yang selama ini dipenuhi pepohonan dan semak untuk mencari sumber-sumber mata air yang diyakini menjadi asal-usul nama Belik Bening.
Penelusuran dilakukan secara bertahap dengan semangat gotong royong. Awalnya hanya ditemukan lima titik mata air. Namun proses pencarian terus berlanjut hingga akhirnya berhasil ditemukan tujuh sumber mata air alami yang masih mengalir jernih.
Keberadaan mata air itulah yang kemudian menjadi identitas utama kawasan Belik Bening Sumber Waras dan menjadi daya tarik yang dipadukan dengan konsep wisata kuliner berbasis alam pedesaan.
Keindahan lingkungan yang masih asri, dipadukan dengan udara segar dan suara gemericik air, membuat kawasan ini memiliki suasana berbeda dibanding tempat wisata kuliner pada umumnya.
Antusiasme masyarakat pun langsung terlihat pada hari pertama penyelenggaraan.
Menurut Lilik, jumlah pengunjung yang datang jauh melampaui perkiraan.
“Pagi tadi ada sekitar delapan ratus pengunjung yang datang. Bahkan ada rombongan satu bus yang datang, tetapi banyak pedagang sudah kehabisan dagangan,” jelasnya.
Fenomena tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi wisata baru yang mengangkat potensi lokal desa.
Kesuksesan pembukaan wisata ini juga tidak lepas dari keterlibatan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 1 STAIMAS yang sejak beberapa hari sebelumnya aktif membantu warga.
Mereka ikut bergotong royong menata lokasi wisata agar lebih nyaman dikunjungi, sekaligus membantu promosi melalui media sosial. Bahkan mahasiswa membuat panduan rute menuju lokasi yang diunggah melalui akun TikTok @kpm_pokohkidul, sehingga memudahkan masyarakat menemukan destinasi tersebut.
Promosi digital tersebut terbukti efektif menarik rasa penasaran masyarakat untuk datang langsung.
Salah seorang pengunjung, Nabila, mengaku mengetahui keberadaan Peken Gurih Belik Bening Sumber Waras dari media sosial.
“Pengunjungnya sangat banyak dan makanannya pun lengkap,” katanya.
Ramainya unggahan di media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat destinasi ini cepat dikenal masyarakat. Banyak pengunjung mengabadikan suasana pedesaan, deretan kuliner tradisional, hingga panorama kawasan mata air yang masih alami.
Ketua KPM Kelompok 1, Eka Agus Widianto, berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperkenalkan potensi wisata desa kepada khalayak yang lebih luas.
Menurutnya, promosi yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga diharapkan mampu membantu menggerakkan perekonomian warga melalui sektor wisata dan kuliner.
Dengan mengangkat kisah asal-usul Belik Bening yang berawal dari rasa penasaran hingga berhasil menemukan tujuh sumber mata air alami, Peken Gurih Belik Bening Sumber Waras kini tidak hanya menawarkan pengalaman berburu kuliner, tetapi juga menghadirkan cerita tentang semangat gotong royong warga dalam mengubah potensi alam menjadi destinasi wisata yang menarik.
Jika pengelolaan terus dikembangkan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin kawasan ini akan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner favorit di Wonogiri yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















