Beranda Daerah Sukoharjo PKM HGR Pharmadem UNS Tingkatkan Literasi Kefarmasian dan Pemberdayaan Warga Desa Nguter

PKM HGR Pharmadem UNS Tingkatkan Literasi Kefarmasian dan Pemberdayaan Warga Desa Nguter

Kampanye Informasi Obat (KIO) serta Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Hibah Grup Riset (HGR) Pharmaceutical Management and Development (Pharmadem) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan serangkaian program pengabdian kepada masyarakat di RW 05, Dusun II, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, sepanjang Mei hingga Juni 2026.

Melalui lima program utama, tim berupaya meningkatkan literasi kefarmasian, mendorong penerapan perilaku hidup sehat, sekaligus memberdayakan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

Program pengabdian ini dipimpin oleh Dr. rer. nat. apt. Saptono Hadi, S.Si., M.Si., bersama apt. Lia Puspitasari, S.Farm., M.Si., apt. Putri Kharisma Novita Sari, M.Pharm.Sci., apt. Akbar Eka Nugraha, S.Farm., M.Pharm., dan apt. Devi Yanthre Sari Manurung, M.Pharm.Sci.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kampanye Informasi Obat (KIO) dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Balai Pawange pada 9 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai konsep DAGUSIBU, yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip “lima tepat” dalam penggunaan obat agar semakin bijak dan aman dalam mengonsumsinya.

Sebagai simbol dimulainya program, warga bersama tim melakukan penanaman berbagai tanaman obat keluarga, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai. Tanaman-tanaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pendukung kesehatan keluarga.

Apoteker Cilik Sebelas Maret (APISEMA)

Perhatian terhadap kesehatan juga diberikan kepada anak-anak melalui program Apoteker Cilik Sebelas Maret (APISEMA) yang diselenggarakan di Serambi Masjid Al-Faruq pada 21 Mei 2026. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, peserta dikenalkan pada profesi apoteker melalui praktik menggerus puyer dan melipat kertas perkamen untuk pulveres.

Baca Juga :  53 Mahasiswa Diterjunkan ke Desa, Hasil Temuan Mereka Bikin Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bendosari Angkat Jempol

Selain itu, anak-anak diajak memahami pentingnya gizi seimbang melalui lagu “Isi Piringku” serta mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Sosialisasi Kewirausahaan dan Digitalisasi Marketing

Di bidang ekonomi, Tim PKM HGR Pharmadem UNS menyelenggarakan sosialisasi kewirausahaan dan digitalisasi pemasaran bagi para penjual jamu di Pasar Jamu Nguter pada 23 Mei 2026. Materi yang disampaikan meliputi strategi pengembangan usaha serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.

Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha jamu diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta memperkuat eksistensi produk jamu tradisional di tengah perkembangan teknologi digital.

Tim pengabdian juga terlibat dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Mawar di RW 05 Desa Nguter pada 9 Juni 2026. Bersama bidan desa dan apoteker, mahasiswa membantu pelaksanaan skrining tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan bagi lansia, hingga pemeriksaan gula darah puasa (GDP).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit.

Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Sereh Wangi

Sebagai penutup rangkaian program, tim menggelar workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak serai wangi di Balai Pawange pada 16 Juni 2026. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keluhan masyarakat mengenai tingginya gangguan nyamuk yang beberapa kali memicu kasus demam berdarah di wilayah tersebut.

Baca Juga :  PBSD FKIP Univet Bantara Selaraskan Visi Misi Keilmuan dan Kurikulum OBE dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Dalam pemaparannya, Dr. Saptono Hadi menjelaskan bahwa minyak serai wangi mengandung senyawa yang berpotensi menjadi penolak nyamuk alami. Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi yang tidak hanya bermanfaat sebagai pengusir nyamuk, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini, Tim PKM HGR Pharmadem UNS berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Ke depan, Tim HGR Pharmadem UNS berharap sinergi yang telah terjalin bersama masyarakat Desa Nguter dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat.  [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.