
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) mengapresiasi perayaan keberagaman dan kesetaraan dalam gelaran acara Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang diinisiasi oleh Diwa Foundation di Titik Nol Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu, (12/08/2026) sore.
Dalam sambutannya, Titiek Soeharto meyakini bahwa Kota Yogyakarta adalah tempat yang sangat tepat untuk menyuarakan pesan.
Bahwa setiap anak bangsa berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Apa yang kita gaungkan dari Yogyakarta hari ini, saya harapkan dapat menjadi inspirasi bagi tempat-tempat lain di seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia tanpa membedakan kondisi mereka,” ungkapnya.
Dilanjutkan Titiek melalui berbagai kebijakan yang memperluas akses pendidikan, memperkuat layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah bagi semua.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengambil peran penting dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang dan meraih cita-citanya.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Diwa Foundation, para guru, orang tua, relawan, komunitas, serta seluruh pihak yang telah bekerja bersama menyelenggarakan kegiatan ini. Suara Inklusi untuk Semua ini mengingatkan kita bahwa tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang merasa berbeda, tersisih atau ditinggalkan,” sambungnya.
Titiek menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan, kesempatan akan bekerja dan kesempatan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Seringkali yang menjadi hambatan bukanlah keterbatasan yang dimiliki seseorang melainkan cara pandang kita. Ketika masyarakat membuka pintu kesempatan, ketika sekolah memberikan ruang belajar yang setara. Ketika dunia kerja memberikan kepercayaan dan ketika lingkungan menerima setiap orang dengan hormat. Maka kemampuan yang selama ini tersembunyi akan tumbuh dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa setiap anak adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,” paparnya.
Titiek kemudian merasa terharu dengan terselenggaranya acara ini. Dirinya berharap acara ini dapat diselenggarakan di kota-kota ataupun di daerah yang lain.

“Mengharukan ya, disabilitas yang membacakan teks proklamasi. Mereka tidak bisa bicara tapi mereka dengan sign language, bahasa isyarat membacakan teks proklamasi. Oleh karena itu mendapatkan rekor MURI, selamat untuk Mbak Diah Warih yang sudah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan acara ini bisa diadakan di tempat-tempat lain di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu Diah Warih Anjari, Founder Diwa Foundation menyatakan bahwa memang sejak awal dirinya menginisiasi acara tersebut dengan harapan tidak hanya berhenti sampai disini saja.
“Ini adalah sebuah estafet kebangsaan dan sebuah estafet untuk Suara Inklusi. Bagaimana kita dari Yogyakarta untuk Indonesia. Artinya sebuah perjalanan di mana kita ini akan menggaungkan suara-suara inklusi ini ke berbagai wilayah di Indonesia. Terutama juga bisa menyuarakan untuk dunia. Karena berbicara ruang kesetaraan ini adalah harapan seluruh manusia, khususnya bagaimana kita mendapatkan dunia yang nyaman, aman dan ada kesetaraan,” pungkasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














