Beranda Umum Nasional Ombak 4 Meter Terjang Pantai di Gunungkidul, Nelayan Diminta Amankan Perahu

Ombak 4 Meter Terjang Pantai di Gunungkidul, Nelayan Diminta Amankan Perahu

Ilustrasi ombak tinggi di pantai. Foto: pixabay.com

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman gelombang tinggi di pesisir selatan Gunungkidul belum berakhir. Setelah ombak mencapai lebih dari 4 meter dan merusak sejumlah fasilitas serta perahu nelayan pada Selasa (11/8/2026), gelombang yang lebih besar justru diperkirakan kembali menerjang kawasan tersebut pada Kamis hingga Jumat.

Kondisi itu membuat nelayan, pedagang, serta wisatawan di kawasan pantai diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di bibir pantai, terutama bermain air di kawasan terbuka, juga diimbau untuk dihentikan sementara ketika gelombang meninggi.

Gelombang tinggi yang terjadi Selasa pagi menerjang sejumlah kawasan pesisir Gunungkidul, di antaranya Pantai Jungwok, Pantai Baron, dan Pelabuhan Gesing.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang di laut selatan Gunungkidul berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Terjangan ombak bahkan sampai masuk ke daratan dan merusak fasilitas milik pedagang. Di Pantai Jungwok, empasan gelombang menyebabkan bagian struktur dinding salah satu warung mengalami kerusakan.

“Empasan ombak yang masuk ke daratan merusak fasilitas warung di area Pantai Jungwok, di bagian struktur dindingnya,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko Bayu Sagara, Selasa.

Dampak lebih serius terjadi pada armada nelayan di kawasan pesisir barat Gunungkidul. Sejumlah perahu yang berada di Pelabuhan Gesing dan Pantai Baron dihantam gelombang saat bersandar.

Benturan ombak menyebabkan beberapa perahu mengalami kerusakan. Bahkan, satu perahu nelayan sempat terseret arus balik hingga tenggelam di perairan Pantai Baron.

Beruntung, perahu tersebut dapat segera dievakuasi oleh tim gabungan.

Baca Juga :  Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak Dunia

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, mengatakan kerusakan perahu terutama terjadi di kawasan Pelabuhan Gesing dan Pantai Baron.

“Dampaknya perahu-perahu rusak di Pantai Gesing. Masih didata jumlahnya,” kata Marjono.

Selain mengancam aktivitas nelayan, gelombang tinggi juga sempat membuat wisatawan yang berada di sejumlah pantai panik. Air laut yang tiba-tiba meluap hingga mendekati area aktivitas warga membuat sejumlah pengunjung bergegas meninggalkan lokasi.

Petugas menyebut kondisi gelombang tinggi tersebut sebenarnya telah terpantau sejak awal pekan. Karena itu, langkah antisipasi telah dilakukan, termasuk menyampaikan informasi mengenai potensi bahaya kepada masyarakat dan wisatawan.

Menurut Sunu, fenomena gelombang tinggi semacam itu merupakan kondisi yang biasa terjadi setiap tahun di kawasan pesisir selatan. Namun, masyarakat tetap diminta tidak menganggap remeh karena ketinggian gelombang dapat berubah dan berdampak langsung ke daratan.

Tim SAR juga telah menyebarkan peta potensi bahaya serta materi edukasi melalui media sosial. Sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan pengunjung turut dilakukan.

“Sudah diinformasikan dan para pedagang sudah mengungsikan dagangannya, sehingga dampaknya tidak begitu banyak,” ujar Sunu.

Gelombang tinggi mulai terpantau sejak Senin (10/8/2026). Pada Selasa pagi, ketinggian ombak mencapai sekitar 4 meter sebelum berangsur menurun pada sore hari.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya aman. Petugas memperkirakan peningkatan gelombang kembali terjadi pada pertengahan pekan.

“Pada Kamis hingga Jumat nanti perkiraan gelombang air laut lebih besar lagi,” kata Sunu.

Mengantisipasi kondisi tersebut, nelayan diminta segera memindahkan perahu ke lokasi yang lebih aman sebelum gelombang meningkat. Pedagang yang beraktivitas di kawasan pantai juga diminta memperhatikan perkembangan kondisi laut dan arahan petugas.

Baca Juga :  Untuk Cegah Keracunan MBG, Sudaryono Minta Guru Ikut Makan Bareng Siswa! Dapur Diminta Disiplin

“​​Oleh karena itu, sewaktu terjadi peningkatan gelombang seperti hari ini dampaknya tidak begitu banyak,” ujar Sunu.

Sementara bagi wisatawan, petugas mengingatkan agar tidak memaksakan diri mendekati garis pantai ketika kondisi ombak meningkat. Aktivitas bermain air di pantai terbuka sebaiknya ditunda hingga kondisi kembali aman.

Petugas juga meminta wisatawan mengikuti arahan yang disampaikan tim penyelamat di masing-masing kawasan pantai.

Informasi mengenai potensi peningkatan gelombang telah disebarluaskan sejak beberapa hari sebelumnya melalui media sosial sebagai langkah untuk mengurangi risiko bagi wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Dengan perkiraan gelombang yang kembali membesar pada Kamis dan Jumat, kewaspadaan menjadi penting. Gelombang yang sebelumnya telah merusak perahu dan fasilitas pantai menunjukkan bahwa ancaman bukan sekadar pemandangan laut yang lebih besar, tetapi dapat langsung berdampak ke daratan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.