Beranda Daerah Wonogiri Desa Kepyar Wonogiri Jadi Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan, Potensi Wisata hingga 596...

Desa Kepyar Wonogiri Jadi Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan, Potensi Wisata hingga 596 Hektare Lahan Pertanian Dibidik

Kemiskinan
Penyerahan bantuan untuk Pemdes Kepyar Kecamatan Purwantoro Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, mendapat perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Desa dengan sekitar 4.400 penduduk itu dipilih sebagai proyek percontohan Project Based Learning (PBL) untuk pengentasan kemiskinan.

Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah tersebut tidak sekadar menyasar persoalan pendapatan warga. Model yang diterapkan menggabungkan penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan potensi desa dalam satu pola pendampingan.

Desa Kepyar merupakan salah satu lokus Program Desa Dampingan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebagian masyarakatnya masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan bekerja sebagai buruh tani.

Di sisi lain, desa tersebut memiliki modal ekonomi yang cukup besar. Tercatat sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 UMKM, serta 15 pedagang mikro yang dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan Desa Kepyar tidak dilakukan dengan pendekatan bantuan semata. Pertanian diperkuat, UMKM didampingi, sementara sektor wisata didorong agar mampu membuka sumber pendapatan baru bagi warga.

Potensi wisata Kepyar pun terbilang beragam. Mulai dari agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, hingga Watu Lumbung.

Jika dikelola secara terintegrasi, sektor-sektor tersebut berpeluang menciptakan rantai ekonomi baru. Petani tidak hanya menjual hasil pertanian, pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih luas, sementara destinasi wisata dapat menjadi pintu masuk bagi perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga :  Toyota Fortuner Terjun ke Jurang Cubluk Wonogiri, Gagal Menanjak Mundur Tak Terkendali

Program PBL juga menyentuh persoalan yang lebih mendasar, seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni, sanitasi, serta literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemiskinan tidak selalu berhenti pada persoalan penghasilan. Ketika akses pendidikan, kesehatan, hunian layak, sanitasi, dan layanan keuangan masih terbatas, peningkatan pendapatan saja belum tentu mampu membuat keluarga keluar dari persoalan kemiskinan secara berkelanjutan.

Karena itu, program ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, BUMD, perangkat daerah, hingga masyarakat didorong turun bersama untuk mengembangkan potensi yang sudah dimiliki Desa Kepyar.

“Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain,” jelas laman resmi Pemprov Jateng, Sabtu (22/8/2026).

Pendidikan juga ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai memiliki peran penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar, yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita,” beber laman tersebut.

Kolaborasi lintas sektor pun menjadi bagian penting dari model ini. Perguruan tinggi diharapkan memberikan dukungan pengetahuan dan inovasi, pemerintah menyediakan kebijakan serta pendampingan, BUMD dapat membuka dukungan ekonomi, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama pengembangan desa.

Baca Juga :  153 Napi Lapas Wonogiri Dapat Remisi HUT KE81RI

“Tentu perlu kebersamaan antara universitas, masyarakat, BUMD, dan dinas terkait untuk ikut turun, sehingga masyarakat lebih berdaya dan tidak kembali miskin,” beber laman tersebut.

Dengan pola itu, Desa Kepyar tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program, tetapi sebagai laboratorium pengembangan desa. Pertanian, UMKM, wisata, pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar dipadukan agar menghasilkan perubahan yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Jika model Project Based Learning di Kepyar mampu menunjukkan hasil yang konsisten, pola pendampingan tersebut berpeluang dikembangkan ke desa-desa lain di Jawa Tengah.

Bagi Wonogiri, proyek ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa potensi desa tidak harus menunggu investasi besar dari luar. Dengan mengolah aset yang sudah ada—mulai lahan pertanian, pelaku usaha hingga destinasi wisata—desa dapat membangun sumber pertumbuhan ekonominya sendiri.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.