WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Malam tirakatan HUT KE81RI Kemerdekaan RI di Kecamatan Eromoko, Wonogiri, berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api menghanguskan sebuah kandang ayam di Dusun Soko RT 1 RW 6, Desa Pucung, Minggu (16/8/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu menghanguskan kandang berukuran 10 x 38 meter milik Gunanto (46). Sebanyak 12.000 ekor anak ayam yang baru berusia tiga hari tidak berhasil diselamatkan.
Kandang yang didominasi material kayu dan bambu membuat api cepat membesar. Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melakukan pemadaman sebelum petugas Damkar Wonogiri tiba.
Delapan personel Damkar kemudian diterjunkan untuk menjinakkan api sekaligus melakukan pendinginan. Penanganan turut dibantu TNI/Babinsa, Polsek Eromoko dan warga setempat. Dukungan mobil tangki air dari TNI juga dikerahkan hingga proses pendinginan selesai sekitar Senin (17/8/2026) pukul 01.30 WIB.
Anggota Damkar Wonogiri, Ayiep Doni Listria Sakti, mengatakan dugaan awal kebakaran berkaitan dengan gangguan listrik pada blower kandang. Namun, penyebab tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena proses investigasi masih berlangsung.
“Dugaan sementara dari korsleting listrik pada blower. Selanjutnya masih dalam proses investigasi,” ujar Ayiep Doni.
Ironisnya, kebakaran tersebut terjadi pada malam menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di tengah persiapan masyarakat menyambut momentum 17 Agustus, petugas Damkar justru harus berjibaku hingga lewat tengah malam untuk memastikan api di lokasi peternakan benar-benar padam.
Sebelum menerima laporan kebakaran kandang ayam, tim Damkar Wonogiri pada Minggu siang juga telah menangani kebakaran lahan di wilayah Kedungdadap, Eromoko. Setelah operasi tersebut, petugas kembali bergerak ke Desa Pucung untuk menangani kebakaran peternakan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp800 juta, termasuk bangunan kandang dan 12.000 ekor anak ayam.
Abah Doni mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi risiko kebakaran selama musim kemarau, terlebih terhadap penggunaan api dan perangkat kelistrikan.
“Musim kemarau panjang ini kami mohon masyarakat peduli dengan lingkungan sendiri. Lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas terkait api, jangan sampai merugikan diri sendiri dan lingkungan,” pesannya.
Pemilik peternakan juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, kabel, blower dan perangkat kelistrikan lainnya. Material kandang yang mudah terbakar membuat gangguan kecil berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














