JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Baru sekitar enam bulan menduduki kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), nama Thomas M. Djiwandono kini kembali mencuat. Kali ini bukan untuk posisi deputi, melainkan masuk dalam radar kandidat pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Nama Thomas menarik perhatian karena ia bukan hanya pejabat bank sentral yang relatif baru. Ia juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Thomas dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada 9 Februari 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Ia menduduki posisi tersebut menggantikan Juda Agung yang mendadak mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2026.
Pengunduran diri Juda kemudian membuka proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI. Thomas, bersama dua kandidat lainnya, diajukan melalui mekanisme yang berlaku. Komisi XI DPR akhirnya memilih Thomas melalui uji kelayakan dan kepatutan, sebelum keputusan tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 27 Januari 2026.
Dengan demikian, perjalanan Thomas ke jajaran Dewan Gubernur BI berlangsung relatif singkat. Dari posisi Wakil Menteri Keuangan, ia masuk sebagai kandidat Deputi Gubernur untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Juda Agung, kemudian resmi dilantik. Kini, beberapa bulan setelah berada di bank sentral, namanya kembali muncul untuk posisi tertinggi di lembaga tersebut.
Kemunculan nama Thomas dalam bursa Gubernur BI diketahui setelah Presiden Prabowo memanggil sejumlah tokoh yang disebut masuk radar calon pengganti Perry Warjiyo.
Selain Thomas, nama yang disebut antara lain Destry Damayanti, Chatib Basri, Muliaman Darmansyah Hadad, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Burhanuddin Abdullah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, sejumlah kandidat tersebut telah bertemu dengan Presiden di Istana. Pertemuan itu antara lain membahas kondisi ekonomi serta berbagai hal yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia.
“Ada beberapa nama, banyak,” kata Prasetyo Hadi saat ditemui di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Salah satu nama yang telah dipanggil adalah Destry Damayanti. Saat ini Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI.
“Apakah Ibu Destry salah satu yang dipertimbangkan atau nama yang termasuk dibahas, ya bisa kami sampaikan itu sudah pasti sebagai Pejabat Gubernur sementara,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pertemuan Presiden dengan para kandidat lebih banyak berupa pembicaraan mengenai kondisi ekonomi dan tugas bank sentral.
“Diajak diskusi arahnya bagaimana,” paparnya.
Destry memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut meraih gelar Master of Science bidang Ekonomi dari Cornell University, Amerika Serikat.
Sebelum berkiprah di Bank Indonesia, Destry pernah menjadi ekonom di sejumlah lembaga riset dan kebijakan ekonomi. Ia juga pernah dipercaya sebagai Chief Economist Bank Mandiri, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, serta Staf Khusus Menteri Keuangan.
Nama berikutnya adalah Chatib Basri. Saat ini ia menjabat Anggota Dewan Ekonomi Nasional. Chatib juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk pernah menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Menteri Keuangan pada 2013–2014.
Kemudian ada Muliaman Darmansyah Hadad yang memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan. Ia pernah berkarier di Bank Indonesia dan menjabat Deputi Gubernur BI selama dua periode, yakni 2006–2012.
Setelah itu, Muliaman menjadi Ketua Dewan Komisioner pertama Otoritas Jasa Keuangan pada 2012–2017. Ia kemudian dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein pada 2018–2023.
Purbaya Yudhi Sadewa juga disebut masuk dalam radar. Sebelum berada di pemerintahan, Purbaya pernah menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.
Ia merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dan kemudian melanjutkan pendidikan ekonomi hingga meraih gelar doktor dari Purdue University, Amerika Serikat.
Sementara Thomas memiliki jalur yang agak berbeda. Sebelum masuk BI, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan. Ia juga memiliki pengalaman di sektor keuangan dan bisnis serta pernah aktif di Partai Gerindra.
Thomas merupakan anak Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Ibunya adalah kakak kandung Prabowo Subianto.
Ia menempuh pendidikan sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat, kemudian meraih gelar master bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University.
Karier profesional Thomas dimulai sebagai wartawan sebelum kemudian berkiprah di sektor keuangan dan bisnis. Ia juga pernah menjadi analis keuangan dan menduduki posisi strategis di sektor swasta.
Sebelum menjadi Deputi Gubernur BI, Thomas juga telah melepaskan keterlibatannya di Partai Gerindra. Ia tercatat mengundurkan diri dari partai tersebut pada akhir 2025, menjelang proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI.
Nama lain yang muncul adalah Burhanuddin Abdullah. Ia bukan figur baru di lingkungan BI karena pernah menjabat Gubernur BI pada Mei 2003 hingga Mei 2008.
Burhanuddin juga pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat ini ia dipercaya sebagai Ketua Tim Pakar dan Inisiator Badan Pengelola Investasi Danantara serta Komisaris Utama PT PLN.
Namun, Burhanuddin memiliki catatan hukum. Pada 2008 ia tersandung perkara korupsi dana BI. Pengadilan Tipikor Jakarta pada 29 Oktober 2008 menjatuhkan vonis lima tahun penjara dan denda Rp250 juta. Ia kemudian memperoleh pembebasan bersyarat pada 6 Maret 2010.
Perry Warjiyo sendiri mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Pengunduran diri tersebut membuat proses pencarian penggantinya menjadi perhatian karena posisi Gubernur BI berkaitan langsung dengan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
Namun, munculnya enam nama tersebut belum berarti Presiden telah menentukan pilihannya. Proses selanjutnya tetap harus mengikuti mekanisme yang melibatkan DPR.
Komisi XI DPR RI memastikan uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI akan dilakukan secara terbuka dan profesional.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan DPR akan menjalankan fungsi konstitusionalnya dalam proses tersebut.
“Kami akan menjalankan fungsi konstitusional dalam proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur Bank Indonesia secara objektif, profesional, dan mengedepankan kepentingan bangsa serta negara,” kata Fauzi.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othnie mengatakan Presiden nantinya akan mengusulkan nama calon Gubernur BI kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan melalui Komisi XI.
“Komisi XI belum mendapatkan penugasan dari Bamus untuk melakukan fit and proper test,” kata Dolfie.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Presiden memang memiliki kewenangan mengusulkan calon Gubernur BI.
Namun, nama yang diajukan Presiden tetap harus mendapatkan persetujuan DPR melalui mekanisme yang berlaku.
Undang-undang juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon anggota Dewan Gubernur BI, antara lain memiliki integritas, akhlak dan moral yang tinggi serta keahlian dan pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan atau hukum.
Aspek independensi juga menjadi persyaratan penting. Calon anggota Dewan Gubernur BI tidak boleh menjadi pengurus maupun anggota partai politik pada saat pencalonan.
Masa jabatan Gubernur BI berlangsung lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Dengan demikian, enam nama yang kini beredar belum dapat disebut sebagai calon definitif. Presiden masih harus menentukan nama yang akan diajukan, sedangkan DPR melalui Komisi XI akan menjadi bagian penting dalam tahapan berikutnya.
Bagi Thomas Djiwandono, kemunculannya kali ini menjadi babak baru setelah perjalanan yang relatif cepat di Bank Indonesia: dari Wakil Menteri Keuangan, masuk menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur, dan kini namanya disebut dalam bursa untuk menduduki kursi Gubernur BI. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















