Beranda Umum Nasional Survei Kepuasan Turun Tajam, Rocky Gerung Ramal Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih...

Survei Kepuasan Turun Tajam, Rocky Gerung Ramal Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih Agustus Ini

Pengamat politik Rocky Gerung | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi evaluasi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih. Pengamat politik Rocky Gerung bahkan memprediksi perombakan kabinet dapat dilakukan pada Agustus 2026 sebagai respons atas menurunnya kepercayaan publik dan kebutuhan meningkatkan efektivitas pemerintahan.

Dalam analisisnya, Rocky menilai Presiden Prabowo menghadapi tantangan untuk mengevaluasi para menteri setelah hampir dua tahun menjalankan pemerintahan. Menurutnya, tidak semua pembantu presiden mampu memenuhi ekspektasi sehingga reshuffle menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

“Kalau sudah 2 tahun, kapasitas dari mereka yang bikin perjanjian tidak memungkinkan presiden tampil secara efektif, ya mesti dibongkar perjanjian itu,” kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Jumat (31/7/2026).

Rocky berpendapat kesepakatan politik yang melandasi pembentukan koalisi memang patut dihormati. Namun, menurutnya, kesepakatan tersebut tidak boleh menjadi penghalang apabila Presiden membutuhkan kabinet yang lebih efektif dalam menjalankan pemerintahan.

“Tidak mungkin dia takut. Dia presiden, kok. Jadi, kalau dikatakan takut, artinya ada perjanjian yang mesti dia hormati. Kalau dia langgar perjanjian itu, maka dia dianggap tidak etik. Tapi sekali lagi, perjanjian politik itu tidak boleh permanen,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Tengah Janji 19 Juta Lapangan Kerja, Smelter Nikel PT GNI PHK 1.900 Karyawan Mulai Besok

Menurut Rocky, momentum evaluasi kabinet juga diperkuat oleh hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik disebut turun dari 81 persen pada akhir tahun lalu menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Penurunan itu dikaitkan dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang dinilai memburuk.

Berdasarkan kondisi tersebut, Rocky memperkirakan Presiden Prabowo akan mengambil langkah yang lebih tegas terhadap jajaran menterinya. Namun ia menegaskan prediksi tersebut merupakan analisis pribadinya.

“Ini dugaan saya, bukan karena pembicaraan dengan seseorang,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan belum ada pembahasan resmi mengenai rencana reshuffle Kabinet Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini Presiden Prabowo belum membicarakan perombakan kabinet. Kalaupun nantinya ada perubahan, menurutnya kemungkinan hanya untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong akibat perubahan sebelumnya.

Baca Juga :  Polemik Pagar Mal Memanas! Gubernur Minta Dibongkar, Hasan Nasbi Minta Jangan Tebarkan Ketakutan

“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” ujar Prasetyo.

Sampai saat ini Presiden Prabowo Subianto juga belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan reshuffle. Karena itu, isu perombakan Kabinet Merah Putih masih sebatas analisis pengamat dan spekulasi politik yang berkembang di ruang publik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.