Beranda Umum Nasional Tak Mau Lagi Jadi ‘Bubur Ayam’, Bahlil Perintahkan Golkar Siapkan Pasukan Udara

Tak Mau Lagi Jadi ‘Bubur Ayam’, Bahlil Perintahkan Golkar Siapkan Pasukan Udara

Bahlil Lahadalia | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Derasnya serangan di media sosial tampaknya menjadi pengalaman yang tidak ingin diulang Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Pernah mengaku dirinya seperti “bubur ayam” saat menjadi sasaran serangan publik pada Januari 2025, Bahlil kini meminta partainya membangun kekuatan baru di ruang digital.

Bahlil secara khusus meminta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Meutya Hafid untuk segera membentuk dan memperkuat struktur Media dan Penggalangan Opini (MPO) hingga ke tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Struktur tersebut disebutnya sebagai “pasukan udara” yang diperlukan untuk menghadapi dinamika dan serangan di media sosial.

Permintaan itu disampaikan Bahlil di hadapan jajaran pengurus DPP Partai Golkar, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, serta pimpinan DPD Partai Golkar se-Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

“Untuk Ibu Meutya, karena musda-musda sudah selesai. Saya meminta untuk MPO harus segera dibentuk di semua struktur di bawah. Provinsi, kabupaten/kota. Jadi angkatan apa, angkatan baru itu apa ya namanya? Pasukan udara. Pasukan udara ini kalau tidak, waduh, bahaya kita,” ujar Bahlil.

Baca Juga :  Prabowo Sebut Rp 700.000 per Kg, Buruh Pengupas Bawang Solo Ngaku Cuma Rp 10.000 Per Karung

Menurut Bahlil, pengalaman menghadapi serangan publik di media sosial pada awal 2025 menjadi pelajaran penting, terutama dalam mengelola komunikasi dan memastikan pesan dapat diterima masyarakat.

“Saya sudah pernah merasakan betul pernah menjadi bubur ayam di 2025 Januari. Iya, benar pun kalau tidak mampu kita tata dengan baik, akan susah pesan itu tersampaikan. Apalagi kalau ada kelirunya,” jelas Bahlil.

Karena itu, Bahlil meminta jaringan MPO di berbagai daerah segera dibenahi. Struktur yang belum terbentuk diminta segera dibuat, sementara yang sudah ada tetapi belum berjalan aktif harus diperkuat dengan kader yang dinilai mampu menjalankan peran komunikasi dan penggalangan opini.

“Jadi saya minta untuk struktur kita di bawah harus segera direhabilitasi, yang belum ada segera diadakan, yang sudah ada diperkuat, yang tidak aktif segera cari yang aktif,” tambahnya.

Baca Juga :  Dongkrak Gaji Hakim Yunior 280 Persen, Prabowo Sebut Agar Tak Bisa Dibeli

Penguatan divisi media dan penggalangan opini tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi Partai Golkar setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah di 38 provinsi. Setelah konsolidasi organisasi, Golkar disebut akan beralih pada pelaksanaan program aksi lapangan pada 2027 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengumumkan Partai Golkar telah mengumpulkan dana sebesar Rp4 miliar. Dana tersebut rencananya akan disalurkan kepada korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.