PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan tragis yang merenggut tiga nyawa anak di bawah umur kembali menjadi pengingat keras akan bahaya berkendara tanpa memenuhi syarat usia.
Tiga bocah berusia 13 tahun yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor tewas setelah terlibat tabrakan frontal dengan sebuah truk tronton di jalur nasional Purworejo–Yogyakarta, Jumat (31/7/2026) malam.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 23.35 WIB di depan SMA Negeri 3 Purworejo, kawasan Keduren, Kecamatan Purwodadi. Ketiga korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Supra ketika melintas di ruas jalan yang setiap harinya dipadati kendaraan berat.
Korban masing-masing bernama Muhammad Ali Marzuqi (13), warga Kecamatan Purwodadi, Reza Aditya (13), warga Kecamatan Grabag, serta Fatih Nur Muhammas (13), warga Kecamatan Kutoarjo. Ketiganya meninggal dunia akibat benturan keras yang terjadi dalam kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Purworejo, Ipda Tukul Puji Puriyono, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk tronton bermuatan sekitar 30 ton tepung terigu melaju dari arah Purworejo menuju Yogyakarta.
Saat memasuki lokasi kejadian, truk diduga mengambil lajur kanan untuk mendahului kendaraan yang berada di depannya. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga bocah tersebut.
“Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Ipda Tukul.
Benturan keras terjadi di bagian depan kedua kendaraan. Akibat kerasnya tabrakan, truk kehilangan kendali hingga akhirnya keluar jalur dan masuk ke parit di sisi jalan.
Suara benturan yang cukup keras mengundang perhatian warga sekitar. Mereka bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan sebelum petugas datang.
Tak berselang lama, personel Satlantas Polres Purworejo bersama tim PMI Kabupaten Purworejo, PSC 119, Damkar Purworejo, dan tenaga medis tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan tempat kejadian perkara.
Petugas PMI Kabupaten Purworejo, Yuli Haryono, mengatakan timnya bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan.
“Begitu menerima informasi, tim langsung bergerak untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban,” katanya.
Hingga Sabtu (1/8/2026), kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengemudi truk, sementara olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan barang bukti juga masih berlangsung.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur nasional yang banyak dilintasi kendaraan besar pada malam hari. Orang tua juga diingatkan untuk tidak memberikan akses kepada anak-anak yang belum cukup umur mengendarai kendaraan bermotor, demi mencegah terulangnya tragedi serupa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















