Beranda Umum Nasional Bencana Datang Beruntun, Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Ditambah  

Bencana Datang Beruntun, Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Ditambah  

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rentetan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia kembali mengingatkan pemerintah bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan ketika musibah sudah terjadi. Kesiapsiagaan sebelum bencana datang dinilai harus mendapat perhatian lebih besar, termasuk melalui penguatan anggaran mitigasi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah perlu mengambil pelajaran dari berbagai bencana yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk meningkatkan alokasi anggaran mitigasi secara signifikan.

“Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Prabowo dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang digelar secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sejumlah bencana yang melanda Tanah Air. Di antaranya gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.

Bagi Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat ancaman bencana menjadi sesuatu yang tidak bisa dipandang sebagai kejadian luar biasa yang hanya muncul sesekali. Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang membuat sejumlah wilayahnya memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Terus Berulang dan Korban Capai 50 Ribu, MBG Watch Desak Program Dihentikan Sementara

Karena itu, kesiapan menghadapi bencana harus menjadi bagian dari kebijakan negara secara berkelanjutan. Pemerintah, menurut Prabowo, perlu membangun kemampuan yang semakin kuat agar tidak selalu berada pada posisi reaktif ketika bencana terjadi.

Presiden juga menilai kemampuan Indonesia dalam merespons bencana saat ini menunjukkan perkembangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia optimistis kapasitas negara dalam menghadapi situasi darurat akan terus meningkat.

Sebagai gambaran, Prabowo menyinggung penanganan banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025. Bencana tersebut terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera dalam waktu yang berdekatan dan menuntut pengerahan sumber daya dalam skala besar.

“Respons kita cukup masif, cukup cepat, ya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan kekuatan kita sendiri,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Buntut Siswa Keracunan MBG, BGN Bekukan 14 SPPG di DIY

Pengalaman menghadapi bencana tersebut menjadi salah satu gambaran penting bagi pemerintah dalam memperkuat sistem kebencanaan. Selain respons cepat saat keadaan darurat, peningkatan kapasitas mitigasi diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak ketika bencana kembali terjadi.

Dengan ancaman gempa, erupsi gunung api, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai bencana hidrometeorologi yang terus mengintai, penguatan mitigasi menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Penambahan anggaran yang dijanjikan Prabowo pun pada akhirnya akan diuji pada seberapa jauh dana tersebut mampu diterjemahkan menjadi kesiapsiagaan nyata di lapangan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.