
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penyelenggaraan turnamen padel di Kota Solo mencatatkan rekor baru. Ajang Benning X Padel Lions 2026 yang akan digelar 2–4 Oktober 2026 di Zing Padel Solo diikuti 220 tim atau 440 peserta.
Project Officer Benning X Padel Lions 2026, Alan Adi Chrisantianto, mengungkapkan pendaftaran yang sudah ditutup sejak sepekan lalu menunjukkan animo lintas daerah. Rinciannya 200 peserta dari Solo, 33 dari Yogyakarta, 25 dari Klaten, 20 dari Boyolali, serta peserta dari Sukoharjo, Semarang, Surabaya, Jakarta, hingga satu peserta internasional asal Prancis.
“Total peserta kita 220 tim atau 440 orang. Ini rekor terbesar di Solo. Turnamen ini mempertandingkan 7 kategori berbasis skill dengan total prize Rp100 juta,” ujar Alan, Selasa (29/9/2026).
Alan menegaskan turnamen ini tidak hanya soal kompetisi. Panitia menyiapkan ekosistem lengkap dengan booth UMKM di lantai 1 dan 2, photobooth, photoshoot, kuis interaktif vendor, DJ performance, hingga kolaborasi dengan Solo Batik Carnival pada opening resmi Jumat, 2 Oktober pukul 16.00 WIB.
President Lions Club Solo Bengawan 2026–2027, Amelia Ong, menyebut kolaborasi ini mengusung tema “Play with Purpose, Serve for Humanity”. Sebagai Lions Club pertama di Solo sejak 35 tahun lalu, pihaknya ingin menjadikan padel sebagai pintu masuk aksi kemanusiaan.
“Kami percaya satu organisasi tidak mungkin bergerak sendiri. Ketika banyak pihak memiliki visi yang sama, sebuah kegiatan akan menjadi sesuatu yang memberikan dampak jauh lebih besar bagi Kota Solo,” kata Amelia.
Sementara pemilik Benning Aesthetic Clinic, dr. Kristian Sanjaya, melihat penyelenggaraan event lifestyle dan olahraga menjadi strategi untuk mendorong medical tourism. Sejak 2010, Benning menjadi satu-satunya klinik di Solo yang melayani bedah plastik dengan dua ruang operasi khusus.
“Kedatangan peserta luar daerah secara langsung menggerakkan roda ekonomi. Hotel laku, kuliner hidup, oleh-oleh menggeliat. Visi kami ingin menjadikan Solo sebagai pusat medical tourism sekaligus center olahraga padel di Jawa Tengah,” papar dr. Kristian. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














