Beranda Nasional Jogja Gas Bocor Diduga Picu Ledakan Warmindo Sleman, 3 Pegawai Dilarikan ke Sardjito

Gas Bocor Diduga Picu Ledakan Warmindo Sleman, 3 Pegawai Dilarikan ke Sardjito

Ilustrasi kebakaran | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ledakan yang terjadi di sebuah Warung Makan Mie Instan (Warmindo) di Karangjati Wetan, Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (28/9/2026) siang, bukan sekadar menghanguskan bangunan dan mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

Tiga pekerja warung tersebut harus dilarikan ke rumah sakit setelah tubuh mereka terkena kobaran api akibat ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas. Salah satu korban bahkan mengalami luka bakar hingga 41 persen.

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono mengungkapkan ketiga korban merupakan warga Kuningan, Jawa Barat.

Mereka masing-masing berinisial DD atau Deden Deny, FQ atau Fairuz Qolbi, dan MIK atau M. Ilham Khalid.

DD mengalami luka bakar sekitar 1 persen. Sementara FQ menderita luka bakar mencapai 37 persen. Adapun MIK menjadi korban dengan kondisi paling parah karena mengalami luka bakar hingga 41 persen.

“Korban dirawat di RSUP Dr. Sardjito,” kata Edi, Senin.

Kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran gas di area dapur. Saat kejadian, para pekerja tengah menjalankan aktivitas memasak.

Sebelum api berkobar, bau gas disebut sudah tercium di sekitar lokasi. Bahkan, kondisi tersebut sempat diketahui dan diperingatkan oleh warga yang tinggal di sekitar warung.

Baca Juga :  Bermaksud Meluruskan Masalah, EEP Malah Dikeroyok 3 Orang Pakai Senjata Tajam di Bantul

Namun, sebelum sumber gas berhasil diamankan atau dikeluarkan dari ruangan, situasi berubah drastis.

Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam warmindo.

Ledakan itu membuat sejumlah pekerja yang berada di sekitar dapur terpental keluar. Bersamaan dengan itu, api dengan cepat menjalar dan menyambar bagian atap serta berbagai barang yang berada di sekitar dapur.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan peralatan seadanya.

Upaya warga ternyata belum mampu mengendalikan kobaran api yang terus membesar. Bantuan kemudian diminta kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman.

Komandan Regu I Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Bayu Ibrahim Aji mengatakan, laporan mengenai kebakaran tersebut diterima petugas pada pukul 10.43 WIB.

Begitu laporan masuk, armada pemadam langsung diberangkatkan dari Markas Komando (Mako) menuju lokasi. Petugas tiba sekitar 16 menit kemudian, yakni pukul 10.59 WIB.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama. Selain Damkar Sleman, proses pemadaman melibatkan Damkar Kota, Damkar UGM, personel Polri, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Sleman, ambulans, serta masyarakat sekitar.

Sebanyak dua armada pemadam dikerahkan ke lokasi. Petugas juga menghabiskan lima tangki pasokan air untuk menjinakkan kobaran api.

Baca Juga :  2 Pengedar Obat Terlarang Dibekuk di Bantul, Polisi Sita 2.189 Pil Yarindo dan 20 Alprazolam

Kerja cepat tim gabungan akhirnya mampu menghentikan penyebaran api. Setelah berjibaku selama sekitar 21 menit, api dinyatakan berhasil dipadamkan pada pukul 11.20 WIB.

Seluruh proses penanganan kemudian diselesaikan dan petugas kembali ke Mako. Sementara itu, tiga pekerja yang menjadi korban telah mendapat penanganan medis di RSUP Dr. Sardjito.

Kebakaran tersebut mengakibatkan dua unit ruko kios berukuran sekitar 10 x 6 meter milik Sukamtono (60) hangus terbakar.

Selain tiga pekerja yang mengalami luka bakar, peristiwa itu juga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian harta benda (diperkirakan) kurang lebih Rp200 juta,” kata dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.