
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Jumat (26/9/2026). Kunjungan ini untuk melakukan monitoring sektor jasa keuangan perbankan sekaligus menyerap aspirasi dari perbankan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, politisi PDIP tersebut mendengarkan paparan laporan dari OJK dan BI terkait evaluasi dan rencana program kerja. Sementara pimpinan bank melaporkan kinerja masing-masing, mulai dari aset, penyaluran kredit/pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).
“Kedatangan kami dari Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional ini untuk memantau langsung kondisi di bawah serta menyerap aspirasi langsung perbankan yang ada di daerah,” bebernya.
Menurut Didik, hasil pemantauan di daerah akan menjadi bahan bagi pemerintah pusat dan legislatif untuk menyiapkan dukungan regulasi.
“Ini penting bagi pemerintah pusat dan dari kami selaku legislatif, dukungan regulasi apa yang dibutuhkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor perbankan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Didik.
Didik menilai kinerja perbankan di Solo Raya yang dilaporkan OJK masih baik, begitu pula pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan BI. Namun ia menekankan agar penyaluran kredit tidak hanya dinikmati pengusaha besar.
“Namun yang terpenting bagi saya bukanlah tingginya angka-angka yang tercapai, tapi bagaimana kredit yang disalurkan itu juga dirasakan oleh wong cilik, pelaku usaha kecil, bukan hanya pengusaha besar. Pesan saya, bekerjalah dengan hati, jangan hanya mengejar target,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Solo Mohammad Mufid memaparkan program-program OJK yang bisa disinergikan dengan stakeholder lain, termasuk pemerintah daerah. Di tiap kabupaten/kota sudah ada TPAKD atau Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.
“OJK punya program GENCARKAN untuk melakukan edukasi keuangan yang masif, merata, terarah, komprehensif, dan sejak dini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala KPw BI Solo Dwianto Cahyo Sumirat menambahkan ada peningkatan signifikan penggunaan QRIS di Solo Raya dalam setahun terakhir, paling banyak di Kota Solo.
“Ada peningkatan cukup signifikan pengguna QRIS di Solo Raya dalam setahun ini, paling banyak di Kota Solo. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar tidak ada ketimpangan penggunaan QRIS antara di Kota dan di desa,” tukasnya. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














