Beranda Edukasi Pendidikan Maskot Majusking dan Duta Recycle Semarakkan Stand Majuska di KREASSO 2026

Maskot Majusking dan Duta Recycle Semarakkan Stand Majuska di KREASSO 2026

Lukisan berbahan plastik dan kain perca serta lukisan kaca menjadi bagian dari karya recycle art yang dipamerkan di stand SMP Muhammadiyah 7 Surakarta dalam ajang KREASSO 2026 | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sosok gajah lucu bermahkota menjadi salah satu daya tarik di stand SMP Muhammadiyah 7 Surakarta dalam ajang KREASSO 2026 di Convention Hall Tirtonadi Surakarta, Selasa (22/9/2026) dan Rabu (23/9/2026).

Gajah bermahkota tersebut merupakan Majusking, maskot SMP Muhammadiyah 7 Surakarta atau Majuska. Kehadirannya bersama seorang siswi yang tampil sebagai Duta Recycle dengan mengenakan kostum berbahan daur ulang, turut menyemarakkan stand sekolah tersebut.

Koordinator kegiatan SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, Rudy Sulistanto, S.Sn menjelaskan,  Majusking sendiri baru diluncurkan pada Selasa (15/9/2026) di lingkungan SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.

“Maskot tersebut kini menjadi salah satu ikon sekolah sekaligus identitas yang diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Rudy Sulistanto sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sementara itu, lanjut Rudy, Duta Recycle ditampilkan untuk memperkuat tema yang diusung Majuska dalam KREASSO 2026, yakni “Kreativitas Peduli Bumi”. Ia menjelaskan, tema tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  650 Siswa SMPN 2 Giritontro Dapat Bekal soal Lalu Lintas dan Media Sosial, Pesan Polisi Ini Wajib Dicatat Pelajar
Lukisan berbahan plastik dan kain perca serta lukisan kaca menjadi bagian dari karya recycle art yang dipamerkan di stand SMP Muhammadiyah 7 Surakarta dalam ajang KREASSO 2026 | Foto: Istimewa

Apalagi, menurutnya, SMP Muhammadiyah 7 Surakarta telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional selama beberapa tahun belakangan ini.

“Tema yang kami angkat adalah ‘Kreativitas Peduli Bumi’,” lanjut Rudy.

Melalui tema tersebut, stand Majuska menampilkan beragam karya kreatif yang memanfaatkan bahan-bahan bekas atau hasil daur ulang. Di antaranya lukisan kolase berbahan plastik dan kertas perca, lukisan kaca, akuarium berbahan foam, hingga gapura stand yang dibuat dari tempat telur.

Menurut Rudy, persiapan pembuatan gapura dan penataan berbagai karya tersebut dilakukan selama kurang lebih dua minggu.

Selain mengangkat kreativitas berbasis daur ulang, kehadiran Majusking menjadi bagian tersendiri dalam memperkenalkan identitas SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.

Sedangkan Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, Tri Winarni, S.Pd. menjelaskan, Majusking dibuat sebagai ikon sekolah sekaligus menjadi identitas dan daya tarik bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kolaborasi Akademik dengan USIM Malaysia

Pemilihan gajah sebagai karakter maskot juga memiliki filosofi tersendiri. Menurut dia, gajah dikenal sebagai hewan yang cerdas dan kuat serta tidak mengganggu hewan lain. Karakter tersebut kemudian dipilih untuk merepresentasikan nilai-nilai yang ingin dibangun SMP Muhammadiyah 7 Surakarta melalui maskot Majusking. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.