SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran di gedung Trans Home, supermarket bahan bangunan di Jalan Yogya-Solo, Berbah, Sleman, bukan perkara memadamkan api dalam hitungan jam. Petugas harus berjibaku selama 32 jam, menghadapi suhu ekstrem hingga 500 derajat Celsius di area basement serta kondisi bangunan yang rawan akibat dilalap api lebih dari sehari.
Operasi penanganan kebakaran tersebut akhirnya resmi ditutup pada Jumat (2/10/2026) malam setelah seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai.
Namun, panjangnya proses penanganan itu meninggalkan sejumlah catatan. Selain dua karyawan yang ditemukan meninggal dunia, tiga personel pemadam kebakaran juga mengalami luka saat menjalankan tugas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Sleman, Gunardi, mengatakan dua petugas harus mendapatkan penanganan di rumah sakit. Sementara seorang personel lainnya dapat ditangani langsung oleh tim medis di lokasi kejadian.
“Iya, ada 2 personel yang luka dan harus perawatan di Rumah Sakit. Satu personel bisa diatasi tim medis di TKP (tempat kejadian),” ujar Gunardi, Sabtu (3/10/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Kamis (1/10/2026) itu melanda gedung Trans Home yang terdiri atas tiga lantai dan basement.
Di tengah proses pemadaman, petugas tidak hanya berhadapan dengan kobaran api. Area bawah tanah menjadi salah satu titik paling sulit ditangani karena temperatur yang sangat tinggi dan kondisi lingkungan yang menyulitkan pergerakan personel.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan penanganan pada lantai satu hingga lantai tiga telah dinyatakan selesai.
Persoalan justru masih tersisa di bagian basement.
Berdasarkan laporan penanganan, temperatur di area tersebut pada pagi hari sempat mencapai sekitar 500 derajat Celsius. Bahkan hingga pukul 15.00 WIB, suhu masih tercatat sekitar 200 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat proses pendinginan tidak bisa dilakukan secara cepat.
Petugas juga menghadapi persoalan lain berupa akses menuju area basement, luas lokasi yang harus ditangani, serta belum jelasnya material yang masih terbakar sehingga memunculkan kepulan asap pekat.
Situasi semakin berisiko karena struktur bangunan telah terpapar kebakaran selama lebih dari 24 jam.
Kondisi fisik bangunan yang terbakar tersebut menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi membahayakan personel yang masih harus melakukan penanganan di dalamnya.
Untuk memastikan proses pendinginan dapat dituntaskan, sejumlah peralatan dan armada masih disiagakan di lokasi.
Setelah melalui proses penanganan selama sekitar 32 jam, operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai.
“Per 21.21 WIB (kemarin) operasi pemadaman kebakaran Trans Home dinyatakan ditutup,” katanya.
Kebakaran tersebut sebelumnya juga menelan korban jiwa. Dua karyawan Trans Home berinisial S dan W ditemukan meninggal dunia di sekitar tangga lantai tiga bangunan.
Dengan ditutupnya operasi pemadaman, penanganan kebakaran Trans Home memasuki tahap berikutnya, setelah petugas berjibaku selama lebih dari sehari menghadapi api, suhu ekstrem, asap pekat, serta kondisi struktur bangunan yang berisiko. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














