JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dukungan Joko Widodo agar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin selama dua periode kini berhadapan dengan pernyataan yang lebih berhati-hati. Presiden ke-7 RI itu belakangan menyebut Pemilu 2029 masih jauh, sehingga pembicaraan mengenai kelanjutan pasangan Prabowo-Gibran dinilai belum mendesak.
Perubahan penekanan tersebut mendapat perhatian pengamat politik, terutama karena sebelumnya Jokowi secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pasangan tersebut untuk kembali memimpin. Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menilai polemik ini berkaitan dengan kesan bahwa Jokowi seolah-olah lebih dahulu menentukan siapa yang bakal mendampingi Prabowo pada pemilihan presiden mendatang.
Menurut Yunarto, penentuan calon wakil presiden semestinya menjadi kewenangan Prabowo sebagai calon presiden, bukan didahului oleh pihak lain, termasuk Jokowi.
“Isu ini tidak akan jadi polemik kalau Jokowi tidak pernah seakan-akan mem-fait accompli (atau fetakompli) calon wapres Prabowo di 2029, karena sudah disebutkan Prabowo-Gibran dan tidak ada satu partai pun yang berani fait accompli siapa calon wapres Prabowo di 2029,” ucapnya dalam Program Kompas Petang, Kamis.
Yunarto juga menilai pernyataan terbaru Jokowi lebih tepat karena menempatkan penentuan pasangan calon pada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tersebut.
“Karena itu memang hak sepenuhnya calon presiden dalam hal ini Presiden, dan itu direvisi oleh Pak Jokowi.”
“Statement kali ini lebih tepat,” lanjut Yunarto Wijaya.
Sebelumnya Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode
Pernyataan terbaru Jokowi berbeda penekanannya dengan sikap yang ia sampaikan pada akhir Januari 2026. Saat itu, ia secara terbuka mendukung Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/1/2026), dilansir TribunSolo.com.
Namun, ketika kembali ditanya mengenai peluang pasangan tersebut pada Pilpres 2029, Jokowi memilih menekankan bahwa kontestasi politik itu masih lama. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
“Pemilu masih jauh (soal Prabowo-Gibran 2 periode),” jelas Jokowi.
Pernyataan itu muncul setelah Jokowi bertemu Prabowo di kediaman presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026) malam. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatan terkait ijazah Gibran.
Meski demikian, Jokowi memastikan persoalan Pemilu 2029 tidak menjadi pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa perkara yang berada di ranah peradilan tidak dibicarakan bersama Prabowo dalam konteks hubungan keduanya sebagai pejabat eksekutif.
“Ya itu wilayah yudikatif ini wilayah eksekutif. Ndak bicara wilayah itu (soal putusan MK),” ungkapnya.
Arah Politik 2029 Belum Dipastikan
Pernyataan Jokowi tersebut belum dapat dimaknai sebagai pencabutan dukungan terhadap Prabowo-Gibran untuk dua periode. Jokowi hanya menegaskan bahwa Pemilu 2029 masih jauh dan tidak menjadi pembahasan dalam pertemuannya dengan Prabowo.
Di sisi lain, komentar Yunarto menggarisbawahi persoalan berbeda, yakni batas kewenangan dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dukungan politik dari seorang tokoh tidak serta-merta menentukan siapa yang akan dipilih sebagai pendamping Prabowo.
Dengan demikian, dua hal perlu dibedakan: dukungan Jokowi terhadap kelanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran dan keputusan politik mengenai pasangan yang akan diusung pada Pilpres 2029.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai komposisi pasangan calon yang akan bertarung dalam pemilihan mendatang. Pernyataan Jokowi terbaru juga belum menjadi bukti bahwa dukungannya telah berubah, meski perbedaan penekanan antara pernyataan sebelumnya dan sekarang telanjur memunculkan perhatian politik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















