
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kemampuan memilah informasi dan memahami realitas sosial menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Kebiasaan mengonsumsi konten secara cepat melalui TikTok, Threads, Facebook, dan berbagai platform digital lainnya berisiko membuat mereka menerima informasi tanpa mengujinya secara kritis.
Di sisi lain, ketergantungan pada dunia maya juga dapat mempersempit ruang generasi muda untuk mengenal lingkungan sosial, memahami akar budayanya sendiri, sekaligus memperluas wawasan tentang dunia.
Berangkat dari persoalan tersebut, Thomas Wahyu PM, M.Pd. dan Yuseva Ariyani Iswandari, Ph.D. menerapkan strategi Extensive Reading untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan budaya lokal dan pengetahuan global kepada generasi muda.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kedua akademisi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta itu mendampingi puluhan siswa SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dr. Heri Priyatmoko bersama sejumlah mahasiswa.

Menyesuaikan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan zaman, materi bacaan yang diberikan menggunakan bahasa Inggris dengan mengangkat tema budaya lokal dan wawasan global. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diajak memperluas pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui kegiatan membaca yang menyenangkan.
“Di samping mengenali akar sejarah dan berani berkompetisi di tingkat global, mereka juga tambah mahir penguasaan bahasa Inggris,” ungkap Thomas Wahyu selaku ketua kegiatan pengabdian dosen tersebut, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk menjaga ketertarikan siswa terhadap bacaan sekaligus memantau perkembangan kemampuan mereka.
Yuseva menjelaskan, materi bacaan disusun dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan siswa. Buku-buku yang dibawa dari kampus dipilih agar mudah dipahami dan tidak langsung membebani peserta dengan bacaan yang terlalu berat.
“Aksi Extensive Reading menuntut kami mendampingi para murid secara berkala untuk mengelola rasa ketertarikan dan mengukur tingkat kemajuan mereka. Bacaan yang kami bawa dari kampus cukup mereka senangi. Kontennya tidak berat dulu,” imbuh Yuseva, lulusan The Ohio State University, Amerika Serikat, yang memiliki konsentrasi pada bidang pendidikan anak.
Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di kelas pada 22 Oktober 2026 itu.

Bagi para peserta, bacaan yang disajikan membuka sudut pandang baru dalam memahami kekayaan budaya Yogyakarta. Budaya lokal tidak lagi dipandang sebatas keraton, kuliner, atau berbagai tradisi yang selama ini dikenal, tetapi juga mencakup nilai-nilai filosofis yang relevan dengan kehidupan masa kini.
“Budaya lokal Yogyakarta tak kalah menarik disandingkan dengan budaya di tempat lain,” komentar seorang siswa sembari menunjukkan bacaan yang dipelajarinya.
Siswa lainnya mengungkapkan, kegiatan tersebut membuatnya memahami bahwa kekayaan budaya Yogyakarta memiliki dimensi yang lebih luas.
“Kami diajari mengerti bahwa kekayaan budaya Yogyakarta bukan hanya keraton dan gudeg. Ada juga nilai-nilai filosofi Jawa yang berguna untuk masa sekarang,” tuturnya.
Melalui strategi Extensive Reading, para pengajar berharap minat baca siswa terus tumbuh seiring meningkatnya pemahaman terhadap budaya sendiri dan pengetahuan tentang dunia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menanamkan kebiasaan membaca yang tidak sekadar berorientasi pada tugas akademik, tetapi juga menjadi sarana memperluas perspektif, mengasah kemampuan berpikir, dan membangun kesadaran terhadap realitas sosial.
Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memahami akar budayanya, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kecakapan berbahasa Inggris untuk menghadapi persaingan di tingkat global. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














