SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani meminta penangguhan pembangunan revitalisasi Keraton Kilen, khususnya pada bagian pendopo.
Permintaan tersebut disampaikan agar pihaknya tetap dapat melaksanakan upacara adat Jumenengan di kawasan keraton.
GKR Timoer mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kontraktor dan Kementerian Kebudayaan terkait permintaan penangguhan tersebut. Pembahasan itu dilakukan setelah pihaknya menerima gambaran rencana revitalisasi Keraton Kilen.
Menurutnya, berdasarkan gambar yang diterima, rencana revitalisasi mencakup pembangunan kamar, tempat parkir, hingga pendopo baru di bagian barat kawasan. Pembangunan tersebut direncanakan sebelum pengerjaan di bagian Keraton Kilen lainnya.
GKR Timoer menegaskan, keberlangsungan upacara adat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam permintaan penangguhan pembangunan pendopo.
“Saya meminta agar pembangunan revitalisasi Keraton Kilen, khususnya di bagian pendopo, ditangguhkan. Dari gambar yang saya terima untuk revitalisasi itu, di bagian paling barat akan dibangun taman, tempat parkir, kemudian pendopo baru. Setelah itu selesai, baru dilanjutkan ke bagian Keraton Kilen,” jelasnya.
Ia menyebut, apabila akses menuju lokasi tersebut tidak dapat dibuka, pihaknya akan tetap menggelar upacara adat. Namun, persoalan akses tersebut masih menjadi bagian dari komunikasi yang dilakukan dengan pihak terkait.
“Kalau akses kami menuju Sasana Sewoko tidak bisa dibuka, kami akan mengadakan upacara adat di Kraton Kilen. Namun, kalau akses menuju keraton dan Sasana Sewoko dibuka, persoalannya akan berbeda. Hal ini masih kami komunikasikan,” ungkapnya.
GKR Timoer mengatakan, komunikasi dengan pihak kontraktor telah dilakukan sebelumnya. Ia juga mengaku kembali berkomunikasi dengan Kementerian Kebudayaan pada Kamis pagi tadi untuk menyampaikan permintaan tersebut.
Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keputusan akhir terkait penangguhan pembangunan pendopo.
GKR Timoer menegaskan bahwa pembicaraan dengan pihak-pihak terkait masih berlangsung untuk mencari solusi agar proses revitalisasi dan pelaksanaan upacara adat dapat berjalan dengan baik.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















