
SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 10.987 peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ambil bagian dalam Islamic Youth Festival (IYF) yang digelar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah.
Festival yang berlangsung Sabtu (3/10/2026) – Minggu (4/10/2026) tersebut memadukan kompetisi akademik, keagamaan, olahraga, hingga teknologi. Kegiatan digelar secara daring maupun luring.
Untuk kategori daring, peserta mengikuti olimpiade IPA, Matematika, IPS, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Sedangkan kompetisi luring meliputi menggambar, tahfidz, futsal, panahan, robotik, dan koding.

Sejumlah perlombaan luring dipusatkan di kompleks Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, mengatakan IYF tidak sekadar dirancang sebagai ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya JSIT menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan secara menyeluruh.
“Ada 10.987 peserta yang ikut serta dalam gelaran Islamic Youth Festival (IYF) ini. Membangun peradaban membutuhkan kekuatan fisik, oleh karena ada lomba panahan dan futsal. Di masa mendatang perlu ditambah cabang lomba olahraga lainnya. Selain kekuatan fisik, juga dibutuhkan spiritual yang kokoh, serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Oleh karenanya perlu adanya lomba tahfidz, olimpiade mata pelajaran, koding dan robotik,” ujar Hananto.
Menurut dia, keberagaman kategori lomba tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan ruang bagi peserta mengembangkan potensi masing-masing.
IYF sekaligus diharapkan menjadi ruang pertemuan antarpelajar Sekolah Islam Terpadu (SIT) dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Semoga melalui IYF ini menjadi langkah-langkah nyata JSIT Indonesia dalam mempersiapkan generasi peradaban penuh harapan. IYF ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan tetapi juga membangun kebersamaan kolaborasi dan inspirasi sesama Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sumano, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, menyambut positif penyelenggaraan IYF.
Menurutnya, kompetisi seperti IYF dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi generasi muda. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyambut baik penyelenggaraan Islamic Youth Festival (IYF) ini. Even ini tidak sekedar ajang perlombaan, lebih dari itu ini adalah ruang belajar, ruang berkompetisi secara sehat, sekaligus membangun karakter mulia dan keberanian generasi muda. Saat ini kita berada di zaman yang sangat berbeda. Informasi datang begitu cepat, teknologi berkembang luar biasa, dunia berubah dalam hitungan waktu. Oleh karena itu, generasi muda tidak boleh hanya pintar secara akademik, tetapi harus berkarakter, berintegritas, berkreativitas, berkolaborasi, dan berinovasi,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membekali generasi muda agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Di sinilah pendidikan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang cakap dalam pengetahuan, skill, dan attitude. Generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan dan tantangan zaman, bahkan lebih dari itu menjadi generasi yang mengambil peran dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, saya berpesan kepada para peserta IYF agar tidak takut untuk berkompetisi, kompetisi yang fair. Jika hari ini menang tidaklan sombong, harus tetap rendah hati. Apabila belum juara janganlah patah semangat, masih ada kesempatan mendapatang. Terkadang pengalaman dan persahabatan memiliki nilai yang tidak kalah penting dari sekedar menjadi juara,” sambungnya.
Selain menekankan pentingnya kompetisi yang sehat, Sumano juga mendorong para peserta untuk berani memiliki cita-cita besar.
“Anak muda harus berani memiliki mimpi besar, supaya semangat dalam mewujudkannya. Silakan menjadi ilmuwan, guru, dokter, pengusaha, pilot, birokrasi, teknokrat, seniman, atau profesi lainnya. Tetapi dimanapun kalian kelak berada, jadilah orang yang bermanfaat bagi lingkungannya,” pungkasnya.
Rangkaian pembukaan IYF digelar di Lapangan Prof. Kamiso UNNES. Opening ceremony diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars JSIT Indonesia.
Acara kemudian dimeriahkan penampilan sejumlah murid Sekolah Islam Terpadu di Kota Semarang.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 10.987 orang dari seluruh wilayah Jawa Tengah, IYF menjadi salah satu ruang kompetisi sekaligus pertemuan bagi pelajar SIT untuk mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan mengembangkan potensi di berbagai bidang. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














