
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan air bersih saat musim kemarau, warga Dusun Sukoroyom Wetan, RT 02/RW 04, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, kini memiliki sumber air baru.
Sumur bor bantuan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) berhasil menembus kedalaman 52 meter dan menghasilkan debit air yang cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Peresmian secara sederhana ditandai dengan acara tasyakuran di rumah Sutris, pemilik lahan lokasi sumur bor, Senin (28/9/2026).
Sumur bor tersebut dikerjakan selama sekitar satu minggu. Tim pengeboran harus masuk hingga kedalaman 52 meter sebelum menemukan sumber air dengan debit yang dinilai cukup untuk dimanfaatkan warga.
Kapten Inf Siswanto mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air, terutama ketika musim kemarau.
“Bantuan ini merupakan program dari Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai wujud kepedulian TNI AD kepada masyarakat. Semoga sumur bor ini bermanfaat dan membawa berkah bagi seluruh warga,” ujar Kapten Inf Siswanto.
Selama ini, persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang cukup berat bagi warga setempat. Untuk mendapatkan air, sebagian warga harus berjalan cukup jauh atau membeli air menggunakan tangki.
Kondisi tersebut tentu menambah beban warga ketika kemarau berlangsung panjang. Karena itu, keberadaan sumur bor membuat warga kini memiliki sumber air yang lebih dekat dengan permukiman.
Kades Pucanganom Sukino mengapresiasi Mabesad dan jajaran Kodim 0728/Wonogiri atas bantuan tersebut.
“Ini adalah hadiah yang sangat berharga bagi warga kami,” ungkapnya.
Sumber air tersebut bukan hanya fasilitas baru. Lebih dari itu sumur bor menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini harus dipenuhi dengan cara mengambil air dari lokasi yang lebih jauh atau membeli air tangki.
Tasyakuran kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan sumur bor.
Dengan kedalaman 52 meter, sumber air tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu mengurangi persoalan air bersih yang selama ini muncul saat musim kemarau. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














