CIREBON, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diwarnai dugaan keracunan. Sebanyak 100 siswa dan guru di Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (20/10/2026). Penyebab kejadian tersebut masih diselidiki, sementara sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.
Para korban mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, sakit perut hingga diare. Keluhan tersebut dilaporkan mulai muncul pada sore hari, setelah pukul 15.00 WIB.
Banyaknya pasien yang membutuhkan pertolongan medis membuat penanganan dilakukan di sejumlah rumah sakit. RS Siloam Putra Bahagia menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dipadati pasien hingga sebagian pasien baru harus dialihkan ke rumah sakit lain.
Berdasarkan pendataan sementara, pasien tersebar di delapan fasilitas kesehatan. Rinciannya, 14 orang dirawat di RS Gunung Jati, tiga orang di RS Medimas, 25 orang di RS Ciremai, 56 orang di RSU Siloam Putra Bahagia, tiga orang di RSPAD, tiga orang di RS Cahaya Bunda, satu orang di RS Sumber Kasih, dan satu orang di RS Pelabuhan.
Data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring perkembangan penanganan pasien serta proses pendataan.
Keluhan serupa dilaporkan dialami siswa dan guru dari tiga sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Mereka diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejumlah orang tua menduga sop telur puyuh yang disajikan dalam menu MBG berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut. Namun, dugaan itu belum terkonfirmasi sehingga penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis.
Koordinasi tersebut dilakukan agar tidak ada pasien yang terabaikan ketika kapasitas pelayanan di rumah sakit tertentu mulai terbatas.
Situasi di RS Siloam Putra Bahagia sempat ramai karena pasien terus berdatangan. Hingga pukul 18.31 WIB, sejumlah siswa masih diantar orang tua mereka ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
Di depan rumah sakit itu juga terlihat tujuh ambulans bersiaga. Pasien yang baru tiba kemudian diarahkan ke fasilitas kesehatan lain karena kapasitas penanganan disebut mulai penuh.
“Ada 7 ambulans yang stand by di depan RS Putera Bahagia, di sini sepertinya sudah penuh. Jadi yang baru datang langsung dibawa ke rumah sakit lain,” demikian laporan wartawan di lokasi.
Sampel Makanan Diperiksa
Pemerintah Kota Cirebon telah mengambil sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru, termasuk memastikan apakah makanan tertentu berkaitan dengan kejadian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab dugaan keracunan maupun kepastian menu yang menjadi pemicu. Sementara itu, penanganan medis terhadap para pasien masih berlangsung. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















