JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah sorotan terhadap kondisi pasar saham dan agenda hilirisasi nasional, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pejabat penting bidang ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026) sore. Namun, hingga para pejabat berdatangan, agenda resmi pertemuan tersebut belum diungkap secara terperinci.
Pertemuan itu melibatkan jajaran menteri ekonomi, pimpinan otoritas keuangan, hingga pengelola investasi negara. Isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sebelumnya menjadi pembahasan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mencuat saat sejumlah pejabat dimintai keterangan oleh wartawan.
Sejumlah pejabat mulai memasuki Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Turut hadir Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama PLN Suroso Isnandar juga terlihat mendatangi Istana. Kehadiran para pejabat dari berbagai sektor tersebut memperlihatkan luasnya cakupan pihak yang dilibatkan dalam pertemuan dengan Presiden.
Isu MSCI Mengemuka
Di antara pejabat yang hadir, Friderica Widyasari Dewi mengaku belum mengetahui secara pasti pokok pembahasan yang akan disampaikan Presiden. Meski demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK tersebut menyatakan telah menyiapkan laporan untuk disampaikan dalam pertemuan.
“Saya belum tahu, dipanggil saja. Tapi, saya sudah siapkan laporan semuanya. Nanti teman-teman setelah rapat baru saya update,” kata Friderica kepada wartawan sesaat setelah tiba.
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut berkaitan dengan persoalan MSCI, Friderica belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Rosan Roeslani juga memilih menunggu hingga pertemuan berakhir sebelum menyampaikan keterangan mengenai agenda rapat. Ia menyatakan akan menjelaskan hasil pembahasan kepada wartawan setelah keluar dari Istana.
“Nanti keluar saya bicara. Habis meeting saya bicara,” ucapnya.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyinggung persoalan MSCI ketika ditanya mengenai situasi pasar saham. Ia menyebut isu tersebut telah dibahas sebelumnya di Bursa Efek Indonesia.
“MSCI kan kemarin sudah dibahas di Bursa,” kata Airlangga.
Pernyataan itu belum menjelaskan apakah persoalan MSCI kembali menjadi agenda pembahasan bersama Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Bahlil Singgung Ekonomi dan Hilirisasi
Petunjuk mengenai kemungkinan materi rapat disampaikan Bahlil Lahadalia. Ia memperkirakan pertemuan tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi, termasuk program hilirisasi, meskipun belum merinci topik yang akan dibicarakan.
“Kelihatannya rapat tentang ekonomi, di dalamnya ada hilirisasi,” kata Bahlil kepada wartawan di Istana.
Hilirisasi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian karena berkaitan dengan strategi pengolahan sumber daya alam dan pengembangan industri di dalam negeri. Namun, belum ada keterangan apakah rapat tersebut akan membahas proyek tertentu, evaluasi program yang sedang berjalan, atau kebijakan baru.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun belum mengungkap materi pertemuan. Ia meminta wartawan menunggu hingga rapat selesai sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Nanti sudah rapat baru kami sampaikan,” ucapnya singkat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai keseluruhan agenda pertemuan maupun keputusan yang dihasilkan. Penjelasan dari para pejabat setelah rapat diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah pembahasan ekonomi, hilirisasi, serta kemungkinan keterkaitannya dengan perkembangan pasar keuangan nasional. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















