JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

3 Tersangka Korupsi Pesawat “Lawu Air” Dijebloskan ke Penjara Solo

Pesawat Lawu Air di Edupark Karanganyar. Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pesawat Lawu Air di Edupark Karanganyar. Foto/JSnews

KARANGANYAR–  Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat “Lawu Air” (sekarang Karanganyar Air) di kompleks wahana wisata Edupark Karanganyar,  dijebloskan ke LP Surakarta. Ketiganya yang belum lama ini diserahkan dari penyidik Polres ke Kejari Karanganyar itu masing-masing mantan Kabid DPU sekaligus pejabat pembuat komitmen saat proyek pengadan pesawat tahun 2014, berinisial P.

Kemjdian S, direktur CV Gema Sari serta D, manager area CV Gema  Sari. Kajari Karanganyar, Suhartoyo, yang didampingi Kasi Pidsus, Hanung Widyatmaka, mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun berkas dakwaan untuk terdakwa sebelum memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

Dijelaskannya, JPU memiliki waktu 20 hari untuk masa penahanan. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi, ketiga tersangka, yakni P, selaku PP Kom, S Direktur CV Gema Sari serta D Manager Area CV Gema Sari, langsung ditahan dan dititipkan ke lembaga pemasyarakatan  (LP) Surakarta.

“Mudah-mudahan dalam waktu 20 hari, surat dakwaan sudah selesai,” katanya, Jumat (19/01/2018).

Terkait dengan adanya tersangka lain, hanung mengatakan, samai saat ini baru satu berkas yang diserahkan dan dinyatakan lengkap, yakni berkas ketiga tersangka atas nama P, S dan D.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

“Untuk sementara baru satu berkas yang kita tangani. Memang ada berkas lain yang kita kembalikan untuk disempurnakan,” jelasnya.

Dari  hasil audit BPKP, ditemukan adanya penggelembungan anggaran.Akibatanya, Negara dirugkan Rp509 juta.  Disisi lain, pengadaan pesawat itu sendiri juga  tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB). Dalam RAB disebutkan pesawat yang didatangkan adalah pesawat Boeing 737 200, tapi yang didatangkan  pesawat Boeing 737 300. Wardoyo