loading...
Loading...

WONOGIRI-Kendati mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, kasus anak kekurangan gizi maupun gizi buruk di Wonogiri masih cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, sedikitnya 238 anak kedapatan menderita gizi buruk pada 2017. Sedangkan, 1.388 anak lainnya tidak mendapatkan asupan gizi maupun vitamin yang cukup sehingga masuk kategori kekurangan gizi.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penderita gizi buruk maupun kekurangan gizi mengalami penurunan. Pada 2016 lalu, ada 283 anak mengalami gizi buruk. Sedangkan anak kekurangan gizi di 2016 mencapai 1.429 anak.

Baca Juga :  Saat Daerah Lain Kehujanan, Hutan Gunung Gandul di Wonogiri Ini Justru Masih Terbakar. Tapi Untung Seperti Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Adhi Dharma melalui Kabid Kesejahteraan Keluarga Mubarok, menyebutkan, banyak faktor yang mempengaruhi anak daerah Wonogiri kedapatan menderita gizi buruk maupun kekurangan gizi. Salah satu diantaranya adalah karena anak-anak yang mayoritas balita itu ditinggal boro atau merantau orang tuanya keluar kota.

“Sehingga hanya diasuh nenek maupun familinya,” ungkap dia, Jumat (26/1/2018).

Tidak sedikit pula balita gizi buruk maupun anak kurang gizi itu diasuh kakaknya di rumah. Sedangkan kedua orang tua mereka bekerja di luar kota khususnya Jakarta.

Baca Juga :  Begini Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Disampaikan KH. Abdul Rasyid Bintoro Dalam Tablig Akbar di Desa Kerjo Kuduk Kecamatan Ngadirojo Wonogiri

Menurut dia, anak usia balita seharusnya mendapat perhatian, kasih sayang, dan makanan bergizi yang cukup. Namun karena ditinggal merantau sehingga telantar. Tapi bukan berarti mereka kekurangan makanan. Makanan tersedia cukup bahkan melimpah. Hanya saja asupan gizinya tidak diperhatikan.

Untuk menganggulanginya, jelas dia, Pemkab telah menganggarkan danan. Dalam APBD Wonogiri tahun ini dialokasikan sekitar Rp 60 juta guna penanganan masalah gizi pada anak. Aris Arianto

Loading...