loading...
Joglosemarnews/Aris Arianto
BAU BUSUK-Manajemen PT RUM ketika memberikan keterangan kepada media terkait bau busuk, belum lama ini.

SUKOHARJO—Hingga saat ini bau busuk menyengat dari limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter belum juga sirna. Pihak praktisi pertanian organik turun tangan menyodorkan solusi.

Informasi yang dihimpun, wilayah terpapar bau busuk yang kadang mirip bau septictank itu semakin meluas. Sebelumnya hanya tidak sekitar Kecamatan Nguter, namun kini meluas hingga Kecamatan Bendosari dan Sukoharjo Kota.

“Bau busuk timbul dari proses yang belum sempurna dalam penampungan pengolahan limbah. Kalau limbah cair yang sudah diolah itu sudah aman, PH nya sesuai standar, aman dibuang di sungai,” ujar penemu formula mikroba pengurai limbah Hery Sulistyo, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga :  Toserba Luwes Wonogiri Akhirnya Ditutup. Ternyata Fakta Ini yang Sebenarnya Terjadi

Pria yang juga praktisi pertanian organik dan teknik lingkungan, ini menilai, ada solusi untuk hal itu, yakni pemberian mikroba yang baik. Dia menerangkan, mikroba mampu mengurai limbah pabrik sehingga tidak berbau.

“Kami masih meneliti sampel limbah PT RUM dengan menggunakan formula mikroba. Semoga mikroba ini bisa menbuat bau menyengat yang tidak sedap hilang,” sebut dia.

Presiden Direktur PT RUM, Pramono berharap mikroba bisa menjadi solusi dalam mengatasi bau yang dikeluhkan masyarakat selama ini. Pihaknya menginginkan bau segera hilang dan tidak merugikan masyarakat dan juga pabrik.

Saat ini pihaknya juga masih menunggu alat pengolah limbah yang bernama Cemicle Emision Monitoring (CEM) yang belum juga dikirim. Sehingga belum bisa memastikan kapan bisa mengatasi bau yang terjadi sekarang.

Baca Juga :  Ini Dia Sarasehan Online Alias Saron Wonogiri, Variasi Pengelolaan Pembelajaran Daring di Tengah Covid-19

“Yang pasti kami sudah berupaya untuk mengatasi bau yang dikeluhkan warga,” kata dia. Aris Arianto