loading...


Petugas Polsek Tanon dan Pos Lantas Bulu saat mengevakuasi motor yang ringsek kecelakaan di Ketro, Tanon, Minggu (21/1/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Maraknya kecelakaan yang terjadi di jalur Sragen-Gabugan-Sumberlawang dalam beberapa waktu terakhir dan merenggut korban jiwa, memantik keprihatinan dari Polsek setempat.

Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi mengaku prihatin dengan fenomena maraknya kecelakaan ketika jalanan justru sudah dibangun halus. Seusai membantu evakuasi korban kecelakaan pikap versus motor di Ketro, Minggu (21/1/2018), Kapolsek mengatakan banyaknya kecelakaan yang sudah terjadi, diharapkan bisa menjadi peringatan bagi warga.

Baca Juga :  Maju Dari Dapil Sragen III, Hardiyana Rela Tanggalkan Jabatan Kades. Andalkan Dukungan Rakyat, Siap Majukan Sragen Barat 

Ia meminta warga yang berkendaraan di jalan raya untuk lebih berhati-hati dan menaati aturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan.

“Apabila berkendaraan berhati-hati memakai perlengkapan dan taati aturan dalam berlalu-lintas,” paparnya.

Imbauan itu dilontarkan menyusul kerawanan di jalur Sragen-Gabugan-Sumberlawang yang dalam beberapa bulan terakhir terus dilanda kecelakaan maut dan merenggut korban jiwa. Setelah kernet truk tewas tergencet akibat digasak mobil boks di Desa Jono, dua hari lalu seorang siswa SMKN 2 Sragen asal Padas juga meninggal akibat menggasak Jembatan Jono.

Baca Juga :  Korupsi Penjualan Aqua Rp 121 Juta, Kepala Depo CV Citra Mulia Sragen Dijebloskan Penjara 

Yang terakhir, pengendara pikap dan motor juga masih kritis di RSUD Sragen usai bertabrakan hebat di Desa Ketro, Tanon. Wardoyo

 

Loading...