loading...
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan pengarahan dalam kajian Kopika. Foto/Dok Humas

KARANGANYAR – Ada komunitas unik di Karanganyar. Menamakan diri komunitas pemuda insyaf (Kopika), komunitas ini mewadahi para pemuda dan remaja yang ingin insyaf ke jalan kebaikan.

Ya,  anggota komunitas ini sudah mengikrarkan untuk Hijrah dari keburukan untuk kebaikan. Pendek kata untuk memperbaiki diri. Ada anak jalanan, anak punk, anak band dan eks preman.

Kajian atau pengajian berada di pinggir-pinggir jalan karena mereka malu untuk diajak ke Masjid. Sabtu (27/1/2018) komunitas itu mendapat kehormatan dikunjungi Bupati Karanganyar,  Juliyatmono di Pujasera,  Cangakan.

Apa reaksi orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu?  Yuli,  sapaan akrab bupati,  mengapresiasi komunitas Kopika bisa bangkit mendulang kebaikan.

Sebab menurutnya pemuda adalah harapan masa depan dan penerus tongkat kepimpinan. Yuli juga berpesan agar mereka bisa bangkit untuk menjadi orang hebat dan menjadi kaya dari sisi ekonomi.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Karanganyar Pagi Tadi, Mobil Mitsubishi Ringsek Gasak Tugu Gayam Dompo. Satu Perempuan Tewas, Pengemudi Masih Kritis

“Saya mengajak para pemuda untuk bangkit untuk sukses. Jangan pernah melihat orang lain dan memperdulikan omongan siapa pun.  Perbaiki diri dan terus berbuat kebaikan,” ujar Yuli.

Dia menambahkan Allah senang kepada pemuda yang terus memperbaiki diri. Pihaknya juga siap mengajak para pemuda dari berbagai elemen untuk bangkit secara ekonomi. Ekonomi yang mandiri dan menjadi kaya raya dengan dekat Allah.

“Yang kaya itu hanya Allah dan manusia tidak ada yang kaya. Kita lihat orang kaya, namun dia juga banyak utangnya,” imbuh orang nomor satu di Karanganyar yang disambut tawa jamaah Kopika.

Pihaknya mengajak para pemuda untuk tidak minder dan kecil hati. Jangan sampai merasa hina dihadapan manusia. Sebab tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk mengubah keadaan seseorang. Sehingga pemuda diharapan untuk terus berbuat kebaikan.

Baca Juga :  Tangani Wabah Corona, Pemkab Karanganyar Sudah Gelontorkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

Selama ini,  agenda Kopika membagi dalam dua kajian rutin yang dilaksanakan. Yakni Sinabungkopi dan Blaar. Sinabung kopi adalah sinau bareng jumat Malam karo kopi (belajar bersama Jumat Malam sambil minum Kopi) dan Blaar.   Wardoyo