loading...
Jajaran direksi dan tim dari PT WMU saat berpose bersama dengan kelompok ternak unggas di Desa Bakalan, Karanganyar, Kamis (25/1/2018). Foto/ JSnews

KARANGANYAR–  Perkembangan usaha dan kesejahteraan kalangan peternak di wilayah eks Karesidenan Surakarta dinilai masih belum maksimal. Minimnya pembekalan teknis budidaya serta kendala permodalan maupun pascapanen dinilai menjadi problem klasik yang membuat peternak belum bisa maju.

Hal itu terungkap dalam pertemuan kemitraan yang diprakarsai PT Widodo Makmur Unggas dengan puluhan kelompok peternak unggas di Desa Bakalan,  Karanganyar,  Kamis (25/1/2018). Sebanyak 42 peternak di Desa Bakalan,  Karanganyar antusias mengikuti kegiatan pembekalan dan rintisan kemitraan budidaya unggas tersebut.

Direktur PT WMU,  Tri Agus Bayuseno menyampaikan forum itu digagasnya sebagai bentuk keprihatinan akan perkembangan para peternak termasuk di Karanganyar. Karenanya, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang peternakan unggas,  PT WMU yang merupakan anak perusahaan PT Widodo Makmur Perkasa,  menawarkan program kemitraan yang lebih berpihak pada peternak.

Baca Juga :  Blak-blakan, Jelang Dilantik Gubernur, Bupati Karanganyar Bilang Tak Akan Cari Pulihan di Periode Kedua

“Melalui program ini,  kami berharap bisa memberikan edukasi bagaimana sistem beternak yang baik dan benar. Lebih dari itu,  kami juga ingin menggandeng peternak untuk bermitra dengan membantu pendampingan sistem beternak,  menyuplai modal serta membantu pemasaran pascapanen,” papar pengusaha asal Sragen yang akrab disapa Bayu itu.

Menurutnya dengan kemitraan seperti itu,  diharapkan peternak bisa menjalankan usahanya dengan baik tanpa dipusingkan dengan modal dan pascapanen. Adanya pembekalan dan pendampingan dari petugas,  diharapkan bisa meminimalisir risiko kerugian akibat kesalahan teknis budidaya.

Nantinya keuntungan penjualan akan dikembalikan ke peternak.  Bahkan,  sebagai wujud kepedulian dan mengangkat peternak,  pihaknya juga memastikan jika timbul risiko kematian atau kerugian, sepanjang bukan kesalahan peternak,  maka tidak akan dibebankan peternak.

Baca Juga :  Samsat Karanganyar Launching Samsat Keliling, Kasatlantas Ingatkan Telat Pajak Satu Hari Sanksinya Tilang 

“Tujuan akhirnya kami berharap petani-petani mitra itu bisa terangkat dan lebih sejahtera lagi. Harapan kami kemitraan yang baik itu nantinya akan menyejahterakan peternak, ” tandasnya.

Direktur PT WMU, Tri Agus Bayuseno saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan dan kemitraan dengan 42 peternak unggas di Desa Bakalan, Karanganyar, Kamis (25/1/2018). Foto/JSnews

Menurut Bayu,  pola kemitraan itu murni untuk menyejahterakan peternak. Selama ini pola yang sama sudah dikembangkan di Sragen,  Wonogiri,  Klaten yang mayoritas juga berhasil bagus.

Ketua Kelompok Ternak Margo Seneng Dukuh Sedayu,  Desa Bakalan, Sumarno menyambut positif kegiatan pembekalan dan kemitraan dari PT WMU tersebut. Ia memandang sistem kemitraan yang ditawarkan PT WMU sangat bagus dan beda dari yang lain.

Baca Juga :  Wah, Masjid Agung Karanganyar Bakal Dibangun Seperti Masjid Nabawi. Anggarannya Fantastis

“Di PT WMU saya menilai lebih memperhatikan peternak. Jika ada risiko bukan akibat kesalahan peternak maka tidak dibebankan ke peternak. Lalu ada pembekalan bagaimana teknik budidaya yang benar ke peternak dengan jelas. Sehingga peternak bisa lebih paham, ” tukasnya. Wardoyo

 

 

 


Loading...