loading...

 

 

Kapolsek Sragen, AKP Suseno saat mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Foto/JSnews

SRAGEN– Misteri aksi gantung diri yang dilakukan Rohmat Kusyanto (32) warga Jalan  Trembesi RT 2/1, Kampung Mageru, Sragen Tengah,  Selasa (15/1/2018) dinihari terungkap sudah. Bapak muda yang punya satu anak itu diduga kuat memutuskan mengakhiri hidupnya lantaran mimpinya bekerja di pelayaran tak kesampaian.

Hal itu terungkap dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi maupun orang dekat korban. Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sragen Kota,  AKP Suseno, korban memang dikenal tertutup dan jarang terbuka apabila ada masalah.

Karenanya,  keluarga dan istrinya,  Parmini, tak menyangka jika Rohmat nekat melakukan jalan pintas itu. Namun,  Kapolsek menyampaikan dari keterangan keluarga,  korban sebelumnya memang mengaku sangat mendambakan bekerja di pelayaran.

Akan tetapi,  mimpi itu berulangkali kandas dan hingga sudah berkeluarga serta dikaruniai anak,  tak kunjung bisa terwujud.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 21 Mei, 1 PDP Kembali Meninggal, 1 PDP Sembuh, 31 Warga Positif dan 13 Meninggal Dunia. Sebanyak 48 Masih Dirawat, 5 Rujuk dan 36 Pasien Sembuh

“Padahal sudah sekolah,  kursus-kursus juga. Tapi selalu gagal. Dia memang lama pingin kerja di pelayaran. Ya mungkin karena gagal terus itu akhirnya jadi depresi dan putus asa, ” papar Kapolsek kepada Joglosemarnews.com, Rabu (16/1/2018).

Rohmat diketahui menggantung dengan menggunakan tali dadung yang diikatkan ke usuk kayu rumah bagian belakang dan ke leher korban.

Informasi yang dihimpun di lapangan,  insiden gantung diri itu diketahui Biso Wibisono ( 86) sekitar pukul 01.30 WIB.  Dinihari itu,  Biso yang terbangun hendak buang air kecil ke kamar mandi,  dibuat syok saat membuka pintu kamar menuju kamar mandi.

Saat sampai di rumah belakang dekat kamar mandi,  ia langsung histeris mendapati putra kesayangannya sudah kaku tak bernyawa dalam posisi menggantung. Biso langsung membangunkan istrinya,  Rakinem dan menantunya,  Parmini.

Baca Juga :  17 Pasien Positif Covid-19 Sragen Masih Dirawat, Satu Meninggal Dunia. Bupati Minta Para Pasien Sembuh Bisa Jadi Juru Bicara Covid-19 ke Masyarakat!

Mereka berusaha menolong korban dengan menurunkan dari gantungan. Namun upaya mereka gagal menyelamatkan Rohmad yang sudah meninggal. Tak lama berselang,  warga langsung berdatangan dan tim Polsek Sragen juga tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.

“Menurut keterangan bapaknya, pukul 21.30 WIB, korban masih ngobrol seperti biasa dengan orangtuanya dan seolah-olah tidak ada sesuatu yang mencurigakan.  Setelah itu pamit beli rokok. Istri korban juga tidak mengetahui jam berapa korban pulang ke rumah. Tahu-tahu sudah ditemukan gantung diri itu, ” papar Kapolsek Sragen,  AKP Suseno mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman. Wardoyo