JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

100 Driver Go-Jek Jogja Baksos Bersihkan Masjid Pathok Negoro Plosokuning

TribunJogja.com
TribunJogja.com

JOGJA— Ratusan orang berjaket hijau GO-JEK terlihat berkumpul di pelataran Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Minomartani, Sleman pagi hari ini, Selasa (27/2/2018).
Tak seperti biasanya, para mitra GO-JEK dari Komunitas GO-JEK Sleman Sembada ini tidak sedang mengambil orderan.
Mitra driver GO-JEK dan talent GO-LIFE yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut sedang melakukan bersih-bersih Masjid Pathok Negoro Plosokuning.
Mereka bekerjasama dengan pihak pengelola masjid, para mitra driver GO-JEK dan talent GO-LIFE kerja bakti membersihkan dan mengecat salah satu dari empat masjid bersejarah di Yogyakarta yakni Masjid Pathok Negoro Plosokuning.
Masjid Pathok Negoro Plosokuning dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai salah satu tapal batas Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat kala itu.

Baca Juga :  Hingga September Tiga Hiu Tutul Terdampar di DIY, Ini Fenomena yang Terjadi

Delly Nugraha VP GO-JEK Regional Central Java & DIY menyatakan, inisiatif ini berasal dari mitra driver area Kabupaten Sleman yang kemudian disambut baik oleh GO-JEK.
“Para mitra dan talent kami memiliki ide untuk membersihkan serta mengecat Masjid Pathok Negoro Plosokuning sebagai rasa kepedulian terhadap salah satu bangunan bersejarah di DIY. Ide ini kami sambut baik dan tentunya kami apresiasi,” tutur Delly.

Baca Juga :  Inovasi Helm Gatotkaca yang Mampu Ukur Suhu Tubuh dari Jarak hingga 9 Meter, Digunakan di Polres Banjarnegara

GO-JEK sebagai perusahaan yang memiliki misi untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat, lanjut Delly, selalu menyambut baik inisiatif yang memberikan dampak positif kepada masyarakat, seperti kegiatan bersih-bersih Masjid Pathok Negoro Plosokuning kali ini.
Harapannya dengan kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat Yogyakarta untuk senantiasa menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan bersejarah di Yogyakarta.
“Karena seperti yang kita ketahui di Yogyakarta banyak sekali kita jumpai bangunan bernilai sejarah yang tentunya harus kita jaga,” tutur Delly. TribunJogja.com