JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Apes.. Berniat Menolong, Penjual HIK di Masaran Malah Kehilangan Motornya..

Ilustrasi komplotan pencuri
   
Ilustrasi komplotan pencuri

SRAGEN–  Nasib malang menimpa Sunarno (27) warga Dukuh Bendungan RT 2/1, Dawungan,  Masaran. Pria yang berprofesi penjual HIK atau nasi kucing itu terpaksa harus merelakan kehilangan sepeda motornya gara-gara ditipu pembelinya.

Bahkan saking sedihnya,  korban sampai lemas begitu tahu pembeli yang meminjam motornya ternyata bandit. Aksi penipuan itu terungkap ketika korban melapor ke Polsek Masaran, Minggu (18/2/2018). Di hadapan petugas,  korban menuturkan aksi penipuan terjadi pada Sabtu (17/2/2018) siang sekira pukul 14.00 WIB.

Korban menceritakan saat itu ia dan istrinya, Tri Hartini (26) sedang berjualan HIK di Dukuh Dukuh RT 12, Desa Jirapan yang biasa menjadi lokasi mencari nafkah.

Baca Juga :  Geger di Jembatan Gunung Kemukus Sragen, Warga Menemukan Pria Tanpa Identitas Dalam Kondisi Sakit, Polisi Dibantu Warga Lakukan Evakuasi

Tak lama berselang,  ada pria tak dikenal yang berhenti dan singgah di warung korban. Pelaku tidak membawa kendaraan dan berdalih motornya sedang diservice di lokasi tak jauh dari warung.

Dengan berlagak sok dekat,  pelaku mengajak korban ngobrol ngalor ngidul.  Hingga puncaknya,  pelaku meminta izin meminjam motor Honda Beat AD 3276 UN milik korban dengan dalih untuk mengambil uang yang akan digunakan membayar biaya service.

Korban yang tak curiga,  mengiyakan dan menyerahkan motornya dibawa pelaku. Ternyata itu hanya trik pelaku untuk memperdaya korban. Pasalnya setelah ditunggu hingga berjam-jam,  pelaku tak kunjung kembali.

Korban panik dan kebingungan karena tak tahu kontak pelaku dan tak mengetahui tinggalnya di mana.

Baca Juga :  Patroli Presisi Polres Sragen Jaga Keamanan Kantor KPU dan Bawaslu Jelang Penetapan Presiden Terpilih 2024

Yakin sudau ditipu,  korban akhirnya lapor ke Polsek dengan kerugian Rp 9 juta.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran,  AKP Mujiono mengatakan saat ini masih melakukan pendalaman untuk menguak identitas pelaku.

“Masih kami dalami dan selidiki, ” paparnya.

Atas kejadian itu,  pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tak mudah percaya apalagi menyerahkan barang kepada orang yang belum dikenal identitasnya.

“Meskipun niatnya mungkin menolong,  tapi perlu hati-hati. Kalau sekiranya belum kenal dan tidak tahu identitasnya, lebih baik waspada karena modus penipuan biasanya berdalih meminjam atau minta tolong, ” terangnya.  Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com