JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Nyentrik, Perang Narkoba Ala Danar N The Blangkon, Pakai Lagu Hingga Dandanan Superhero

Danar n The Blangkon
Danar n The Blangkon

SUKOHARJO-Perang melawan narkoba selalu digabungkan para personil band Danar n The Blankon. Mereka mengkampanyekan bahaya narkoba melalui cara unik, lagu yang diubah liriknya dan penampilan nyentrik ala Wong Jowo maupun superhero.

Band tersebut beranggotakan Agus Widanarko alias Danar, Hilarius Mukti Catur alias Tatung, dan Abraham Denny alias Klowor.

Danar yang merupakan pria asli Wonogiri itu, Minggu (18/2/2018), menyebutkan, Danar N The Blangkon membawa konsep kearifan lokal budaya Jawa. Yaitu blangkon dan busana lurik untuk melawan narkoba.

Tapi ternyata band Danar N The Blangkon ini merupakan perwujudan kebhinekaan. Yaitu personilnya Danar merupakan Muslim, Tatung Katholik taat dan Klowor adalah penganut Kristen. Mereka, ujar dia, menyatakan bersatu berbeda agama untuk satu tekad lawan narkoba.

Unik lagi lanjut dia mereka adalah para mantan penggiat narkoba. Dimana Tatung adalah pecandu narkoba berat. Dulunya merupakan gitaris band bersama Danar. Selanjutnya Tatung sadar karna tertangkap polisi dan masuk penjara.

Tatung selanjutnya bertaubat bertemu pendeta di penjara. Akhirnya ketika keluar penjara, Tatung kuliah dan menjadi guru bimbingan konseling di SMA swasta di Solo. Sekarang bertambah profesi menjadi konselor di panti rehabilitasi mitra alam.

Personil selanjutnya Klowor juga dulu gitaris di band bersama Danar. Tidak hanya itu Klowor pun pecandu berat narkoba. Sadar karena melihat Tatung tertangkap masuk penjara dan melihat drummer band mati over dosis, akhirnya Klowor lari ke pertaubatan di Gereja Kepunton Solo dan sembuh. Sekarang menjadi aktifis pengurus Gereja Kepunton.

Baca Juga :  Pelaku Penyerangan Pesilat PSHT di Makamhaji Berboncengan Motor dan Mengenakan Penutup Kepala Sambil Membawa Senjata Tajam

Sedang personil selanjutnya adalah Danar. Dia dulunya memang bukan pecandu narkoba, Danar dulunya adalah vokalis band bersama Klowor dan Tatung. Namun Danar masa lalunya merupakan manajer dan pegiat diskotik yang penuh narkoba dan maksiat.

Lambat laun akhirnya Danar, dan ketika Ramadhan dia pulang kampung dan mendapat binaan ustad. Berlanjut dipercaya mantan Wakil Bupati Sukoharjo saat itu Mohamad Toha, Danar dikirm diklat ke BNN untuk belajar tentang narkoba dan pencegahannya akhirnya, diangkat menjadi penyuluh narkoba di BNK Sukoharjo .

Setelah terpisah 7 tahun akhirnya Danar dan Tatung tanpa sengaja berjumpa kembali saat Danar menyuluh sekolah tempat Tatung mengajar. Akhirnya keduanya bersatu menebus dosa menjadi tim penyuluh dan motivator dengan nama Duo Blangkon.

Setahun kemudian keduanya bertemu dengan Klowor dan makin komplit pertaubatan mereka bertiga. Nama Duo Blangkon berubah jadi Danar N The Blangkon.

“Blangkon memiliki falsafah bloko lelakon alias hidupnya harus jujur mulai sekarang dan berani jujur
untuk katakan tolak narkoba. Juga berani jujur masa lalu kelam demi masa depan cerah dan berani jujur untuk tetap semangat selamatkan bangsa untuk menebus dosa masa lalu,” tandas Klowor.

Baca Juga :  Ngeri, Pasien Meninggal Karena Corona Bertambah 2 Menjadi 22, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melonjak Mencapai Angka 548

Lagu yang dibawakan biasanya berlatarbelakang nuansa tradisional, misalnya lagu Jawa. Hanya saja liriknya diubah dengan tema anti narkoba. Penampilan mereka selalu nyentrik dengan blangkon. Terkadang mereka mengenakan busana ala superhero, seperti Batman, Superman, dan Gatotkaca.

Sejumlah penghargaan berhasil diraih. Sebut saja khusus Danar dia mendapat penghargaan dari Liputan 6 SCTV Awards, penghargaan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, penghargaan BNN 2009 dan penghargaan Presiden di 2014. Untuk Danar N The Blangkon selain penghargaan Sang Inspirasi TVOne, juga berkesempatan menuju istana negara dan menyuluh di depan Presiden dan menteri.

“Harapan kami semoga semangat memotivasi ini semakin bisa diterima dan memunculkan the next blangkon blangkon baru. Karena perjuangan melawan narkoba harus bersama-sama dan total supaya para bandar narkoba akan mundur teratur melihat semua penduduk indonesia berani menyatakan tolak narkoba,” tegas dia.

Target yang akan diraih adalah menginspirasi dan memotivasi pejuang-pejuang baru untuk berani membantu negara melawan narkoba. Aris Arianto