JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Kelakuan Kids Zaman Now di Mondokan Sragen. Masih Kecil Sudah Bikin Geng, Nongkrong dan Rokokan Sambil Bawa Motor

Ilustrasi. Foto: Jsnews/Wardoyo
Tim Polsek Mondokan saat menggerebek anak-anak usia SD dan SMP yang nongkrong dan motoran, Minggu (25/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN– Meski sudah banyak jatuh korban,  masih banyak orangtua yang tak sadar dan nekat membiarkan anak-anak mereka berkendaraan motor. Salah satu buktinya ketika tim Polsek Mondokan menggelar patroli,  Minggu (25/2/2018) pagi.

Tim yang dipimpin Ka SPK, Aiptu Haris Budi H memergoki sejumlah anak di bawah umur nekat tongkrongan mengendarai motor. Selain masih kecil,  mereka juga tak mengenakan helm. Bahkan ada sebagian yang terlihat rokokan.

Melihat kedatangan aparat,  semula mereka panik dan ketakutan. Namun setelah didekati dan diberikan pembinaan mereka baru mapan.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

“Iya,  tadi banyak anak-anak di bawah umur kami temukan sedang bergerombol dan nongkrong diatas sepeda motor. Mereka mengakui sepeda motor adalah miliknya. Hampir semuanya anak anak yang nongkrong usianya dibawah umur, ” ujar Aiptu Haris.

Sebagai bentuk antisipasi,  tim kemudian memberikan peringatan dan teguran kepada mereka. Anak-anak zaman now itu kemudian diingatkan aturan berlalu lintas dan batas umur untuk bisa menaiki kendaraan bermotor.

Mereka juga diingatkan bahaya berkendaraan belum memiliki SIM,  tak pakai helm hingga dampak fatal jika sampai meninggal dunia.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!
Foto/Wardoyo

Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandianto mengatakan anak anak memang tidak diberi surat tilang tapi hanya diperingatkan. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas oleh anak di bawah umur yang nekat menaiki kendaraan bermotor.

Terlebih banyak kejadian anak mengalami kecelakaan Ketik dibiarkan berkendaraan di jalan raya.

“Tadi anak-anak diajak mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh undang undang dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, ” terangnya. Wardoyo