JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pencarian Korban Longsor Pasir Panjang, 11 Tewas 7 Hilang, 5 Alat Berat Dikerahkan

Tim gabungan mengevakuasi korban longsor Pasir Panjang. Dok. BNPB
Tim gabungan mengevakuasi korban longsor Pasir Panjang. Dok. BNPB

BREBES-Proses pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan, Minggu (25/2/2018).

Sebanyak 400 personil tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat melakukan pencarian korban longsor. Sebanyak lima alat berat dikerahkan membantu pencarian korban.

Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes hingga saat ini terdapat 11 korban meninggal dunia, 7 orang hilang belum ditemukan, 4 orang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas, dan 4 orang selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang. Selain itu tim SAR juga menemukan potongan tubuh korban yang masih dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polri.

Kepala BNPB Willem Rampangilei telah hadir di lokasi bencana dan memberikan arahan percepatan penanganan bencana di Brebes. BNPB terus memberikan bantuan kepada BPBD, baik pendanaan, logistik dan manajerial dalam penanganan darurat. Dana siap pakai Rp 300 juta telah disalurkan kepada BPBD Brebes untuk operasional darurat. Begitu juga bantuan logistik.

Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir dan longsor. BMKG telah memberikan peringatan dini bahwa tiga hari ke depan potensi hujan akan meningkat. Kondisi tanah sudah jenuh air sehingga mudah terjadi banjir dan longsor.

Baca Juga :  Khawatir Jadi Klaster Penularan Covid-19, PP Muhammadiyah Imbau KPU Tunda Pilkada

“Siapkan antisipasi sejak dini. Siapkan tas darurat yang berisi pakaian, selimut, makanan, minuman, obat, senter, dan lainnya yang dapat dibawa saat darurat bencana,” tandas dia.

Berikut identitas korban longsor Brebes:

Korban meninggal dunia yang ditemukan:
1.Hj. Kadini (P, 66 th), Desa Pasirpanjang
2. Casto (L, 48 th), Desa Bentarsari
3. Wati (P, 80 th), Desa Pasirpanjang
4. Radam (L, 59 th), Desa Cikokol /Bantarkawung
5. Kiswan/Tewol (L, 45 th)  Desa Pasirpanjang
6. Wartinah (P, 46 th) Desa Ciputih
7.Carki (P, 53 th)  Desa Pasirpanjang (RSU Majenang).
8. Sarmah (P, 60 th) Desa Pasirpanjang
9. Turkiah (P, 44 th) Desa Pasirpanjang
10 Rasminah (P) Desa Pasirpanjang.
11.Casti (P, 58 th) Desa Pabuaran.

Korban hilang belum ditemukan :
1. Rasminah (P) Desa Pasirpanjang.
2. Turkiah (P, 44 th) Desa Pasirpanjang.
3. Haryanto (L) Desa Pasirpanjang.
4. Wastim Wahyu (L, 48 th) Desa Pasirpanjang.
5. Darsip (P) Desa Pasirpanjang.
6. Rustam Rusyadi (L) Desa Bentar.
7.Sujono (L, 57 th) Desa Pasirpanjang.

Korban dirawat di RSU/Puskesmas :
1.Windi Yuliani (P, 19 th) Ds. Bentar  (RSU Margono).
2 Turti  (P, 46 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar).
3. Watira (P, 50 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar).
4. Minarto (L, 50 th) (Puskesmas Bentar).

Baca Juga :  Menyusul Ketuanya, Anggota KPU Ini Menyatakan Dirinya Positif Covid-19

Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang:
1.Daswa (L) Ds. Pasirpanjang.
2. Ajid (L) Ds. Bentar.
3. Tarsinah (P, 54 th) Ds. Pasirpanjang.
4. Kuswanto (L, 60 th) Da. Pasirpanjang.

Penemuan sejumlah potongan anggota tubuh di Sungai Cikarae.

Sementara itu penanganan darurat banjir di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes terus dilakukan. Sebagian besar banjir telah surut. Saat ini banjir masih merendam lahan pertanian dan beberapa permukiman. Transportasi darat baik kendaraan maupun keretapi sudah dapat berjalan.

Sebanyak 350 personil dari TNI, Polri, BPBD, Balai Besar Sungai Cisanggarung Kementerian PU, relawan dan masyarakat melakukan karya bakti dengan fokus memperbaiki tanggul Sungai Cisanggarung yang jebol. Di Dukuk Kalibuntu Desa Bojongsari tanggul jebol sepanjang 60 meter dan lebar 6 meter sedangkan di Dukuh Babakan Desa Bojongsari sepanjang 25 meter lebar 6 meter.

Tiga korban banjir di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes telah ditemukan semua yaitu Mutiah (50) warga Desa Bojongsari, Ani (32) warga Desa Bojongsari, dan Nita (8) warga Desa Kecipir.

Kondisi saat ini untuk pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing. Air yang sebelumnya menggenang sudah surut. Aris Arianto