JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Danramil Ngrampal: Jangan coba-coba Menarik Institusi TNI/Polri ke Politik dan Pemilu!

Danramil Ngrampal, Kapten Inf Prihatin Yudo Tri Widodo (kiri) bersama jajaran Muspika saat menggelar sambungrasa jelang Pilgub di Ngrampal. Foto/JSnews
Danramil Ngrampal, Kapten Inf Prihatin Yudo Tri Widodo (kiri) bersama jajaran Muspika saat menggelar sambungrasa jelang Pilgub di Ngrampal. Foto/JSnews

SRAGEN–  Memasuki tahun politik dan menghadapi Pilkada Jateng 2018, Danramil Ngrampal,  Kapten Inf Prihatin Yudo Tri Widodo mengajak semua elemen di wiilayah Ngrampal untuk menciptakan kondusivitas dan menghindari gesekan sekecil apapun. Hal itu disampaikan saat memimpin kegiatan sambung rasa dalam rangka persiapan Pilgub yang dikemas lewat agenda coffee morning di Ruang Serbaguna Kecamatan Ngrampal,  Kamis (8/2/2018).

Acara sambung rasa itu menghadirkan sekitar 50 unsur Muspika,  tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat serta elemen lintas sektoral di wilayah Ngrampal.

Dalam sambutanya, Danramil Ngrampal mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Ngrampal untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam menghadapi proses pesta demokrasi Pilkada Jateng 2018 maupun tahun politik 2019.

Menurutnya, tugas menjaga kondusivitas wilayah tidak hanya bertumpu pada TNI/Polri saja namun harus disengkuyung pula oleh masyarakat sehingga diperlukan kebersamaan dan guyup rukun.

Baca Juga :  Duh Gusti, Guru SMPN Mondokan Asal Sragen Tertangkap Razia Satpol PP di Karangmalang. Total 46 Pelanggar Masker Akan Dilaporkan ke Gubernur, 30 Orang Harus Bayar Rp 50.000

“Sampai detik ini TNI/Polri masih komitmen netral dalam pelaksanaan Pemilu. Sehingga jangan coba coba menarik-narik institusi, apalagi memanfaatkan para Babinsa yang selalu berada di wilayah binaanya. Kemudian saat ini masih proses tahapan coklit DPT, sehingga apabila ditemukan anggota TNI yang masuk dalam daftar pemilih segera dihilangkan, ” paparnya.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan ada anggota TNI yang baru masuk jadi tentara, tapi masih terdaftar dalam pemilih pada saat masih sekolah atau semasa belum menjadi anggota TNI.

Kapten Yudo juga menekankan agar semua pihak menghindari pemanfaatan agama dan keyakinan untuk kegiatan politik. Sebab diakuinya hal itu sangat rawan, apalagi mengembuskan Issu issu SARA, cegah dan eliminir penggunaan media massa untuk kegiatan kampanye hitam.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Ungkap Sejumlah Siswi SMP Korban Predator asal Mondokan, Sempat Menangis Saat Dipaksa Layani Hubungan Intim di Kuburan. Satu Siswi asal Tanon Bahkan Sempat Dicekik

“Saya berpesan jangan sekali-kali mengupload isu-isu SARA yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan politik, berita berita hoax dan sebagainya, ” serunya.

Sebaliknya, sebagai elemen masyarakat ia berharap semua pihak harus mampu mengajak untuk berbuat hal- hal yang baik, jangan justru memperkeruh situasi di wilayah.

Sementara,  Camat Ngrampal berpesan kepada para tokoh masyarakat untuk bisa menciptakan iklim kondusif, bagi pegawai dan perangkat harus netral meskipun memiliki hak pilih serta tudak memanfaatkan jabatan dan instansi pemerintahan.

Kapolsek Ngrampal, Kompol Budiyono menambahkan kepolisian sebagai pelayan masyarakat, mengajak masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan Pemilu dan Pilkada dalam kondisi aman dan kondusif. Wardoyo