JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Duh, Minta Rp 25.000 Tak Dikasih, Ponakan Ini Bakar Ludes Rumah Sang Paman

Ilustrasi

SAMARINDA – Hanya karena minta uang Rp 25.000 tak dikasih, Yudi alias Bambong (21) tega-teganya membakar habis rumah milik pamannya. Insiden pembakaran rumah itu terjadi di Jalan Wiraswasta, gang Wirakarya, RT 7, Samarinda Ulu.

Hal itu merupakan hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dari Polsekta Samarinda Ulu. Kapolsekta Samarinda Ulu, Kompol Raden Sigit Hutomo menjelaskan, awal mula pelaku membakar rumah tersebut, disebabkan karena cekcok mulut dengan pamannya, Warno.

Saat itu, pelaku meminta uang senilai Rp 25.000, yang akan digunakannya bermain game online di warnet. Namun, pamannya tidak memberikan uang yang diminta pelaku, yang membuat pelaku mengancam akan membakar rumah.

Baca Juga :  Doni Monardo: Tes Usap Hanya Diprioritaskan di Tempat Berisiko Tinggi

Ancaman itupun diiyakan oleh pamanya, yang saat itu tidak sadar jika keponakanya sampai nekat membakar rumah tersebut.

“Pamannya mengiyakan untuk bakar saja, karena dikiranya hanya main-main saja,” ucapnya, Selasa (6/2/2018).

Tak berselang lama, pelaku menuju rumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi kejadian, untuk mengambil bahan bakar, yang digunakan untuk membakar rumah tersebut.

“Memang sengaja dibakar oleh pelaku, karena kesal tidak diberi uang oleh pamanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Kesal Tak Dapat Sinyal HP Buat Belajar Daring, Warga Demo di Depan Tower BTS

Pelaku sendiri akhirnya dapat diamankan di kawasan Sambutan, sekitar pukul 15.00 Wita, sore tadi, Selasa (6/2/2018), dan langsung diamankan, guna menjalani pemeriksaan.

Akibat perbuatanya, pelaku dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran secara sengaja, dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Sudah kita amankan pelaku, kita amankan di rumah orangtuanya di kawasan Sambutan,” tutupnya.

 

Pembakaran itu dilakukan, Senin (5/2/2018) sekitar pukul 20.30 Wita. Kendati tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian itu, warga korban kebakaran mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Tribunnews