loading...
Loading...
Ilustrasi

KARANGANYAR– Kepergian Aji Nur Rohman,  mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo dalam tragedi snorkeling di Wakatobi mengirim duka mendalam bagi keluarga dan rekan dekatnya.  Suasana duka pun menyeruak menghiasi rumah duka, di Dusun Ngasem, RT 002/RW 008, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Selasa (27/2/2018) menyambut kepulangan jenasah mahasiswa semester VIII itu.

Sejumlah warga sekitar sudah berkumpul di rumah maupun di halaman.  Pihak keluarga menyiapkan tenda dan kursi plastik untuk pelayat. Sejumlah karangan bunga dari Rektor UNS, Fakultas Pertanian UNS, pemerintah Wakatobi, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain-lain ditata di pintu masuk halaman rumah.

Jenazah Aji Nur Rohman akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Garengan, Dusun Ngasem, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo. Jarak rumah ke TPU sekitar 30 meter. Sejumlah wartawan yang datang ke rumah duka ditemui oleh ayah Aji, Sulistyano.

Baca Juga :  Dinilai Berjasa Untuk Jateng, Bupati Karanganyar Raih Anugerah dari PWI Jateng 

Berusaha tegar,  Sulis menceritakan bahwa putranya itu tinggal di rumah bersama ibu, Sariyati, dan adik perempuannya, Diana Kurniawati. Dia sendiri bekerja di Bandung sebagai pedagang.

Meski terpisah jarak,  komunikasi dengan putranya tak pernah putus baik melalui pesan aplikasi whatsapp (WA) dan telepon.

“Dia berangkat Januari. Saya yang antar ke UNS naik motor yang biasa dia pakai kuliah. Dia telepon kali terakhir sebelum kejadian itu pas minta bayaran semester. Awal Februari. Dia WA [whatsapp], saya di Bandung. Uang SPP Rp 3,1 juta saya kirim Rp 3.150.000 lewat BTN,” kata Sulistyano.

Cerita kehangatannya dengan anaknya itu pun berakhir setelah mendadak ia terima kabar duka dari bayan setempat tentang kematian anak sulungnya itu. Sulis mengaku seketika ia langsung lemas dan berusaha sekuat tenaga segera pulang. Ia tiba di rumah Selasa (27/2/2018) pukul 10.30 WIB.

Baca Juga :  Geger Tiga Bocah SD di Gondangrejo Karanganyar Ditemukan Tewas Terjebak Lumpur di  Kubangan Bekas Galian C Banyubiru

Sebelumnya diberitakan dua orang mahasiswa Universitas  Sebelas Maret (UNS) Surakarta, salah satunya Aji,  meninggal saat melakukan snorkeling di perairan Sombu Dive, Kecamatan Wangi-wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (26/2/2018) siang.

Dua mahasiswa ini diketahui melakukan snorkeling bersama tujuh rekannya yang lain sekitar 10 meter dari dermaga Sombu Dive tanpa pemandu (guide).

Sembilan mahasiswa tersebut adalah Rori, Gina, Naim, Okgy, Adit, Gama, Frida, Aji, dan Fadlan.

Kejadian itu bermula ketika sembilan mahasiswa ini melakukan sekitar pukul 12.00 WITA, namun karena gelombang pasang, mereka terpisah.

Akibatnya, Aji (20), mahasiswa semester 7 dan Fadlan (20) yang berasal dari Medan tidak bisa berenang ke dermaga karena kelelahan melawan arus.

Baca Juga :  Di Balik Insiden Kubangan Maut Tewaskan 3 Bocah di Banyubiru Karanganyar. Sempat Diingatkan Warga, Tapi Ngeyel Berenang 

Sementara ketujuh mahasiswa lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju dermaga Dive Sombu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wakatobi AKBP Hadi Winarno mengatakan, dua korban yang meninggal tersebut diduga tenggelam.

“Yang lainnya sementara dalam penanganan medis karena ada beberapa yang shock dan tetap kita pantau perkembangannya.  Sayangnya mereka snorkeling tanpa didampingi instruktur,” tutur Hadi Winarno. Wardoyo

 


Loading...