loading...
Loading...

Menjadi seorang guru, seperti juga seorang pemimpin, mereka harus bisa menjadi teladan kebaikan bagi anak-anak didiknya dan masyarakat. Namun yang terjadi ini malah sebaliknya, tindakan yang mengarah pada kekerasan.

Seorang kepala sekolah membakar tangan sejumlah siswa untuk mencari tahu siapa dari mereka yang mencuri uang dari seorang siswa lainnya. Peristiwa itu terjadi di India.

Polisi setempat pun telah mendapatkan laporan tentang dugaan perbuatan kepala sekolah itu, Sushanti Hembrom, yang memaksa 13 muridnya menaruh tangan di atas lilin yang menyala.

Peristiwa itu terjadi pekan lalu di sebuah sekolah swasta di negara bagian Jharkhand, India bagian timur. Sushanti sendiri dibebastugaskan sehari setelah para orang tua melaporkannya.

Baca Juga :  Memilukan, Ditikam Lalu Dibakar Oleh Pelaku, Korban Perkosaan Ini Akhirnya Tewas

Polisi menyatakan kepada BBC Hindi bahwa sang kepala sekolah mengatakan ia melakukan itu dengan harapan murid yang bersalah akan mengaku.

Tetapi harapan itu tidak terjadi. Semua siswa tetap menaruh tangannya di atas nyala lilin. Sebagian dari mereka menarik tangannya, tapi tujuh siswa menderita luka bakar.

Salah satu dari siswa itu mengalami luka yang serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia kemudian diliburkan di hari berikutnya.

 

Polisi menambahkan Sushanti mengaku telah melakukan “kesalahan besar” dengan peristiwa itu dan meminta maaf ke para murid dan orang tua mereka.

India sebetulnya melarang hukuman fisik di sekolah, namun hal itu masih saja dilakukan di berbagai sekolah. Membakar tangan juga bukan hukuman yang biasa terjadi di sekolah-sekolah India.

Baca Juga :  Kesal Tak Dapat Apa-apa, Maling Ini Tulis Surat untuk Tuan Rumah: Anda Pelit!

Pada Maret 2017, trjadi kejadian menghebohkan ketika 70 siswi di bawah usia 10 tahun dipaksa telanjang di sebuah asrama sekolah di Uttar Pradesh. Alasannya, untuk “mengecek darah menstruasi” mereka. Semoga hal seperti itu tidak terjadi di Indonesia.  Tribunnews

Loading...