Beranda Daerah Solo Gusti Moeng Tegaskan Legalitas dan Adat Pakubuwono XIV Sudah Lengkap, Tinggal Tunggu...

Gusti Moeng Tegaskan Legalitas dan Adat Pakubuwono XIV Sudah Lengkap, Tinggal Tunggu Peneguhan  

Gusti Moeng menegaskan proses suksesi Sinuhun Pakubuwono XIV telah memenuhi seluruh ketentuan adat dan hukum. Saat ini Karaton Surakarta tengah menyiapkan prosesi peneguhan sebagai tahapan seremonial yang akan dilaksanakan pada waktu yang tepat | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa seluruh aspek adat dan hukum terkait kedudukan Sinuhun Pakubuwono XIV telah selesai dan memiliki kepastian. Saat ini, Karaton Surakarta hanya tinggal menyiapkan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gusti Moeng saat menjelaskan proses suksesi di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat. Menurutnya, Karaton Surakarta merupakan keraton tertua dalam trah Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senapati, sehingga tata aturan mengenai garis keturunan dan suksesi kepemimpinan selalu dijaga secara ketat oleh para leluhur.

Ia menegaskan, keberadaan Sinuhun Pakubuwono XIV bukanlah sesuatu yang muncul secara mendadak. Persiapan terhadap sosok penerus tahta telah dilakukan jauh sebelum wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.

“Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya,” ujar Gusti Moeng.

Menurutnya, proses pembinaan calon penerus tahta telah berlangsung sejak Sinuhun Pakubuwono XIII masih bertahta. Saat masih bergelar BRM Mangkubumi, sosok yang kini menjadi Sinuhun Pakubuwono XIV telah dipersiapkan untuk memahami kehidupan serta tata nilai karaton.

Pembinaan tersebut berlanjut ketika beliau menerima gelar KGPH Hangabehi. Pada tahap itu, proses penempaan semakin intensif, mencakup aspek adat, budaya, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada keluarga besar karaton dan masyarakat.

Baca Juga :  Resmi Berdiri, Imanda Sarva Indonesia Usung Toleransi sebagai Gerakan Sosial

“Beliau sudah ditempa lahir dan batin sejak lama. Sejak masih BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono XIII. Proses itu dilakukan secara bertahap agar memahami tanggung jawab besar yang kelak diemban sebagai pemimpin Karaton Surakarta Hadiningrat,” jelasnya.

Gusti Moeng menambahkan, perkembangan zaman menuntut seorang pemimpin karaton tidak hanya memenuhi ketentuan adat, tetapi juga mampu menjadi pengayom bagi keluarga besar Karaton Surakarta serta dapat mempertanggungjawabkan perannya dalam berbagai aspek kehidupan.

Karena itu, menurutnya, Sinuhun Pakubuwono XIV telah dipersiapkan sejak usia muda. Sejak remaja, beliau telah diperkenalkan dengan lingkungan sentana dalem dan kehidupan karaton untuk memahami tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai yang harus dijaga sebagai penerus kepemimpinan Kasunanan Surakarta.

Lebih lanjut, Gusti Moeng menegaskan bahwa seluruh persyaratan adat telah terpenuhi. Selain itu, aspek hukum nasional yang berkaitan dengan kedudukan Sinuhun Pakubuwono XIV juga telah selesai dan memiliki kepastian hukum.

“Kalau untuk adatnya sudah terpenuhi, dan juga hukum nasionalnya sudah selesai, sudah jelas. Sekarang tinggal menyiapkan prosesi seremonialnya saja, semacam resepsi atau peneguhannya, kapan waktu yang tepat untuk dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga :  Viral Aksi "Macak Pocong" Resahkan Warga Belakang UNS, Respati: Ganggu Ketertiban Kita Sikat, Mending Makan Mie Ayam!

Saat ini, lanjutnya, Karaton Surakarta tengah mempersiapkan pelaksanaan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan yang akan diumumkan pada waktu yang dianggap tepat. Menurut Gusti Moeng, seluruh tahapan substansial baik dari sisi adat maupun hukum telah selesai dilaksanakan.

Ia pun memohon doa restu dari masyarakat Surakarta, masyarakat adat, serta seluruh masyarakat Indonesia agar proses yang akan datang dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi Karaton Surakarta Hadiningrat serta pelestarian budaya bangsa.

“Kami mohon doa restu seluruh warga masyarakat Surakarta khususnya, masyarakat adat, dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar semua berjalan dengan baik,” pungkasnya. [Ando]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.