JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lima Pelajar dan Remaja Kedawung Tertangkap Razia Polisi. Dipergoki di Tempat Mencurigakan, Langsung Dibubarkan Paksa

Tim Polsek Kedawung saat memberi pembinaan dan membubarkan remaja dan pelajar yang nongkrong mencurigakan di Karangpelem, Senin (19/2/2018). Foto/Wardoyo

IMG 20180220 015552
Tim Polsek Kedawung saat memberi pembinaan dan membubarkan remaja dan pelajar yang nongkrong mencurigakan di Karangpelem, Senin (19/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN– Meningkatnya kerawanan dan kenakalan remaja,  terus mendapat perhatian dari aparat Polres Sragen. Melalui semua jajaran,  razia terhadap remaja dan pelajar yang nongkrong di tempat rawan terus digencarkan.

Seperti razia yang digelar Polsek Kedawung,  Senin (19/2/2018). Tim yang dipimpin Kanit Sabhara,  Aiptu Subroto membubarkan kerumunan pelajar dan pemuda yang kedapatan nongkrong di tempat sepi di dekat pabrik air minum di Karangpelem.

Sekitar lima remaja yang kedapatan nongkrong dan mencurigakan,  langsung diperiksa. Mereka diperiksa kartu identitas dan kartu pelajar untuk mendata serta mengecek identitas mereka.

Baca Juga :  Jenazah Ustadz Positif Covid-19 Nekat Dimakamkan Sendiri, Istri dan Anaknya Akhirnya Malah Ikut Tertular Positif. Minta Diisolasi di Rumah Saja, Santri-Santri Kontak Erat Bakal Diswab!

“Tadi memang ada beberapa remaja dan pelajar yang mencurigakan dan nongkrong di lokasi rawan. Tadi langsung kami periksa. Ternyata nggak ada yang dari luar daerah, ” papar Kapolsek Kedawung,  AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman.

Karena tak jelas kepentingannya, remaja dan pelajar itu langsung dibubarkan dan diminta pulang. Kapolsek menyampaikan mereka dibubarkan karena aktivitas nongkrong tempat sepi dinilai bisa berpotensi melakukan hal negatif dan rawan tindak kriminalitas.

Baca Juga :  Ugal-Ugalan Tabrak Emak-emak Hingga Tewas di Beloran Sragen, Sopir Bus Sumber Selamat Malah Berpeluang Lolos dari Jerat Penjara. Kok Bisa?

“Razia ini di lakukan untuk menekan aksi premanisme yang kerap meresahkan warga dan berharap tidak ada lagi warga yang berkumpul dan nongkrong seperti ini, karena bisa mengundang terjadinya tindak kriminalitas,” tegas AKP Bambang.  Wardoyo