JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Longsor Mengganas di Pengkol Tanon, BPBD Siapkan 500 Karung Pasir

Longsor di Pengkol Tanon. Foto/JSnews
Longsor di Pengkol Tanon. Foto/JSnews

SRAGEN– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen bakal melakukan pemasangan karung pasir di lokasi longsor di Dukuh Bedono RT 14, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Sragen. Longsor yang terjadi sejak Senin (12/2/2018) lalu nyaris merobohkan rumah Sarmin (56).

“Kami sudah siapkan 500 karung dan dua rit sirtu untuk penanganan awal darurat,” kata Kepala BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto Rabu (14/2/2018).

Pihaknya juga telah mengirim kebutuhan dasar berupa bahan makanan pokok dan dua buah terpal untuk menutup titik longsor. Hal ini untuk mengantisipasi kalau turun hujan. Pasalnya kondisi tanah tersebut mudah longsor jika terkena air.

Baca Juga :  Innalillahi, Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Batuk-Batuk Lalu Dirujuk di RSUD Moewardi Solo

Sigit menjelaskan, pihaknya sudah akan melakukan penanganan setelah kejadian longsor. Namun lantaran ada permintaan pemilik rumah, maka langkah pertama adalah menggeser rumah jauh dari bibir anak sungai Bengawan Solo.

Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan direkomendasikan untuk melakukan pemasangan karung pasir, mengingat kondisi tanah hitam.

“Jika dibronjong dikhawatirkan mblorot, tapi jika ditangani permanen biayanya cukup besar,” jelas Sigit.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kode Etik, 5 Anggota Bawaslu Sragen Bakal Disidang DKPP Besok Pagi. Disebut Terkait Rekrutmen Panwascam!

Seperti diinformasikan sebelumnya, rumah Sarmin yang terletak di bibir anak sungai Bengawan Solo nyaris longsor akibat hujan yang terjadi beberapa hari terakhir. Tanah seluas 15 meterpersegi itu mengalami ambles disertai longsor ke arah anak sungai Bengawan Solo sedalam 10 meter.

Untuk mencegah terjadinya longsor susulan, warga Dukuh Bedono dan BPBD Sragen serta TNI-Polri gotong-royong membantu mengevakuasi rumah Sarmin, dengan menggotong rumah dipindahkan ke belakang rumah dengan jarak 9 meter dari sungai. Wardoyo