loading...
Loading...
Mario Prakoso (kiri) memberikan materi pengenalan tentang penganter filsafat kepada para peserta Baret Merah, Sabtu (3/2).
Dok Khairul

Penanaman akan kebiasaan membaca dan menulis bagi kalangan akademisi terutama bagi mahasiswa merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Itulah yang kini sedang dibentuk oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo melalui kegiatan “Baret Merah”. Kini kegiatan tersebut telah dibuka di ruang seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Sabtu (3/2).

Pembukaan Baret Merah ini diiringi dengan pembawaan materi awal mengenai pemikiran tokoh-tokoh filsafat yang dibawakan oleh Mario Prakoso. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta baik dari internal maupun eksternal PC IMM Sukoharjo. Untuk peserta internal sendiri meliputi Komisariat IMM Muhammad Abduh FAI UMS, Komisariat IMM Kyai H. Mas Mansur Pesma UMS, Komisariat IMM Pondok Hj. Nuriyah Shobron UMS, dan Komisariat IMM Muhammad Misbah IAIN Surakarta. Sedangkan peserta eksternal Sukoharjo berasal dari IMM Cabang Jakarta, Semarang, Malang Raya, Yogyakarta, Kudus, dan lain sebagainya.

Tercatat ada sekitar 32 peserta yang mengikuti Baret Merah ini. Setiap cabang mengirimkan 2 hingga 3 perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  UMS Akan Kukuhkan Prof Muhammad Da'i dan Prof Muhtadi Jadi Guru Besar ke-27 dan 28

Zulhaji Ismail selaku ketua umum PC IMM Sukoharjo mengungkapkan kegiatan tersebut diadakan untuk menumbuhkan rasa cinta kader-kader IMM kepada dunia literasi, khususnya membaca,diskusi, dan menulis.

“Baret Merah itu diselenggarakan agar kader-kader Sukoharjo lebih mencintai dunia literasi, khususnya baca, diskusi, sama nulis,” ungkapnya ketika ditemui sebelum acara dibuka.

Para peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars IMM dalam pembukaan acara Baret Merah, Sabtu (3/2).
Dok Khairul

Dia juga mengharapkan jebolan dari Baret Merah ini dapat menjadi seorang pemateri baik dalam kegiatan IMM maupun di luar IMM. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 2 minggu hingga Sabtu (17/2) mendatang.

“Jadi peserta Baret Merah berkegiatan selama 2 minggu, yakni diskusi baca, diskusi baca, belajarnya meliputi filsafat yunani, filsafat islam, hingga teori sosial,” tambahnya.

Kegiatan Baret Merah tersebut akan difasilitatori oleh para senior dari angkatan sebelumnya. Kali ini merupakan kegiatan Baret Merah angkatan ke-17.

Yahya Fathur Rozy selaku fasilitator dari alumni Baret Merah angkatan ke-15 menjelaskan peran fasilitator di sana adalah sebagai pembimbing para peserta selama dalam kegiatan tersebut, sebab dalam kegiatan ini pemateri berasal dari peserta sendiri dan fasilitator berperan untuk memberikan arahan atau masukan.

Baca Juga :  UPT Layanan Internasional UNS Gelar Global Challenge Fest 2019

“Kan sistemnya itu diskusi dan pematerinya dari peserta sendiri. Fasilitator disini hanya mengarahkan dan memberikan masukan apabila diperlukan. Maka peran-peran andragogi (peran aktif dari peserta) itu sangat diperlukan,” ungkapnya. (TIM UMS / Khairul Syafuddin/ Ayu Adisa Gita Pratama/ Anggita Faistin. Penanggung Jawab Sidiq Setyawan, M.Ikom)

 

 

 

 

Loading...