loading...
Loading...
Petugas melakukan olah TKP di RPH Pesido petak 62-2. Dok. Satreskrim Polres Wonogiri

WONOGIRI-Sedikitnya 11 orang terpaksa berurusan dengan hukum. Mereka diduga melakukan pembalakan liar dengan menebang pohon sonokeling di lahan perhutani wilayah Kecamatan Tirtomoyo.

“Para tersangka kami tahan di Mapolres Wonogiri,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Kariri, Jumat (16/2/2018).

Dia menerangkan, 11 tersangka melaksanakan aksinya dengan peran masing-masing. Mereka dibagi dalam tiga berkas penyidikan. Semua tersangka merupakan warga Kecamatan Tirtomoyo.

Baca Juga :  Tokoh Agama Wonogiri Serukan Penolakan Demo Anarkis, Pelantikan Presiden Harus Berlangsung Kondusif

Pada berkas pertama ada tujuh tersangka. Yakni penebang PU (48), SR (57), SS (43), IS (22), GI (66), MM (45), dan sopir WY (44). Mereka beraksi pada akhir Januari lalu. Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti, meliputi satu truk nomor polisi AD 1402 NG, tiga gergaji manual, dan uang tunai Rp9,25 juta.

Baca Juga :  Merinding, Ada Sosok Nenek Bertongkat Terkait Bus Sudiro Tungga Jaya yang Tersangkut di Tikungan Hutan Gunung Tunggangan Tirtomoyo Wonogiri

Di berkas kedua ada tiga tersangka. Masing-masing adalah SL (30), HK (31), dan WN (32). Mereka diamankan bersama Rabu (14/2/2018), bersama barang bukti 18 potong gelondongan kayu sonokeling dan dua gergaji manual.

Baca Juga :  Gandeng Mahasiswa, Polres Wonogiri Sumbangkan Ratusan Tangki Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Sedangkan berkas terakhir ada tersangka MD (63). Dia ditangkap bersama barang bukti sembilan potong gelondongan kayu sonokeling.

“Keberhasilan pengungkapan berawal adanya informasi mengenai aktifitas penebangan liar di hutan milik Perhutani RPH Pesido petak 62-2 di wilayah Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo. Informasi kamu tindaklanjuti dan ternyata benar,” tandas dia. Aris Arianto

Loading...