JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Penggerebekan Terduga Teroris Semanggi Solo. Densus Tangkap Satu Tersangka

Suasana lokasi penggerebekan terduga teroris di Semanggi, Solo, Minggu (4/2/2018). Foto/Satrio Utama
Suasana lokasi penggerebekan terduga teroris di Semanggi, Solo, Minggu (4/2/2018). Foto/Satrio Utama

SOLO– Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus satu terduga teroris di wilayah Kota Solo, Minggu (4/2/2018) siang.

Terduga teroris yang ditangkap berinisial HS (51). HS tercatat sebagai warga Mipitan RT 07 / RW 12, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. HS ditangkap di rumah mertuanya di sebuah toko kelontong. Rumah HS sendiri hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penangkapan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, dari hasil penangkapan HS, Densus 88 berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan yakni, ponsel, stik pemukul, batre, buku dan sejumlah kertas yang berisi sejumlah petunjuk atau cara pembuatan bahan peledak.

Baca Juga :  Sumbang 10 Kasus, Klaster Perkantoran di Kecamatan Jebres Tambah Daftar Panjang Kasus Covid-19 di Solo, Kini Total 628 Orang

Selain mengamankan terduga teroris, Densus 88 Mabes Polri juga membawa seluruh barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersangka guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pada saat penangkapan HS, sempat menggemparkan warga sekitar. Sekitar dua jam seusai menangkap HS, Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah HS.

Penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan Densus 88 sempat membuat gempar lingkungan sekitar. Ratusan warga langsung memenuhi akses jalan.

Mereka ingin menyaksikan proses penggeledahan di rumah terduga teroris tersebut. Para warga yang menyaksikan mengaku kaget atas penangkapan tersebut. Para warga tidak menyangka jika HS terlibat dalam jaringan terorisme.

Baca Juga :  Tren Kasus Positif Covid-19 Tunjukkan Penurunan, Pemkot Siapkan Skenario Untuk Antisipasi Outbreak

Sementara itu, Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai saat dikonfirmasi di lokasi sekitar penggeledahan menyampaikan, pihak Polresta Surakarta hanya diminta untuk membackup selama proses penggeledahan di rumah terduga teroris di kawasan Semanggi.

“Kami hanya membantu tim dari Densus 88 untuk mengamankan lokasi sekitar saat proses penggeledahan di rumah terduga teroris,” kata AKBP Andy Rifai. Satrio Utama